Simbol Sakral Jangan Diremehkan!

Yup... Sungguh disayangkan belakangan ini banyak terlihat foto-foto sakral yang dibuat aneh-aneh. Beberapa terlihat tapakan Rangda, Gelungan, Barong, Pretima yang begitu dianggap sakral oleh warga Bali diedit (olah digital) menjadi sesuatu kurang enak dipandang. Hal ini menimbulkan kekecewaan bagi beberapa orang, terutama "penyungsung" tapakan tersebut. Seakan-akan tapakan ini begitu dianggap remeh bagi mereka dan serasa sebagai hal biasa bahkan permainan saja.



Apa masih pura-pura lupa dengan kasus, "foto canang sari dengan bola golf"? Apa masih pura-pura tidak ingat dengan, "simbol suastika yang di foto di cermin"? Apa masi belaga bego dengan "mengubah warna foto, sehingga warna bendera kita tidak merah putih lagi"? Semua hal-hal tersebut mulanya adalah pelajaran penting bagi kita semua. Tapi kenyataanya hal itu terus atau mungkin bisa dianggap rutin dilakukan kesalahan.



Beberapa kejadian terakir ini juga beberapa orang sempat saya tegur tapi tidak ada tanggapan serius dari yang bersangkutan. Entah dianggap sebuah karya seni atau kehebatan dalam penggunaan perangkat lunak. Kesantunan dalam hal ini menurut saya begitu penting, jangan sampai terjadi gejolak di kemudian hari.



Marilah kita saling mengingatkan untuk berbuat lebih baik dan selalu berkarya!!!



catatan 30 Juli 2013

Tidak ada komentar: