Langsung ke konten utama

Foto-foto Bali yang Klise

Yup... Memang tidak dipungkiri begitu banyak foto Bali yang sudah ada dari zaman dahulu. Semua tentang Bali terekam dalam banyaknya foto mulai dari tercetak dan dewasa ini begitu berkembang di media elektronik salah satunya internet. Wah, semua orang tentu tidak asing lagi dengan Bali dari semua sudut, budaya dan segala sesuatu bisa diketahui dari berbagai belahan dunia ini.



Dari berbagai foto-foto yang muncul sebelumnya banyak memberi inspirasi bagi para orang untuk mulai memotret sekarang. Keindahan, keunikan maupun eksotik Bali menyedot untuk mereka mencoba dan bahkan menekuni dunia jepret-menjepret ini. Entah ingin mencontek atau muncul dari ide sendiri banyaknya foto tentang pulau dewata ini tentu akan menghasilkan foto-foto yang bersifat pelulangan atau biasa disebut dengan 'klise'.



Tentunya jika diperhatikan dari tahun-ketahun foto-foto masih bernuansa sama. Contoh : foto para petani dengan latar belakang pegunungan atau foto penari dengan lirikan mata, lentik jari dan lekukan tubuhnya. Foto-foto yang selalu menjadi indah dan selalu dinikmati dari masa ke masa. Dari bebearapa hasil foto seperti itu sepertinya ada kemungkinan bahwa itu memang tersaji dengan indah atau fotografer menunggu untuk motret dengan waktu yang tepat.



Apapun itu, foto Bali klise atau foto dengan nuansa baru semuanya tentu memiliki peminatnya tersendiri. Jangan takut untuk menampilkan foto dengan gaya sendiri. Mari kita berkarya dan sukses selalu bagi kita semua!



catatan 14 Juli 2013, survei FB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ray peni - gelas di lemari

gelas di lemari
ray peni


suryanē ngendih asibak ditu duur langitē
mekada samar-samar cingak beli ragan adi
sekadi mejalan sandikalanē
saru muan adinē to mekada keneh belinē ragu

yan tolih uli kenyeman adinē tusing tulus
rasayang adi suba ada anē ngelahang
kēwala sing taēn adi nyambatang
beli merasa-rasa adi ngangon adi pecadang kuang

reff***
to nguda adi dadi hati
naduang tresna kaping beli
tumuli dēwēk beli sekadi gelas di lemari
yēn kuangan ditu mara iya kesisi

(duduu.. wo ho dududu... yehe)

oh my lovelyevery nihgt when i sleep, u always came in my dream
i treat remmember with u prommise
u ever say that u love, you heart and u soul just for me
exe me excetid
but now why...why... why keep u love u numb men
why you forget with you prommise
what is my wrong u make a broake my heart baby
i hate u i hate you never know all i love u

(ampurayang yening pelih)

Mabiasa di Bukit Gumang

Yup... Mabiasa yang dilaksanakan di puncak Bukit Gumang, Karangasem, Bali. Tradisi ini berlangsung dalam upacara Ngusaba Gumang dilaksanakan masyarakat di seputaran daerah tersebut seperti, Bugbug, Jasri, Bebandem dan Ngis Manggis. Menjelang sore hari masyarakat mulai memadati untuk naik ke Bukit Gumang. Mereka biasanya membawa haturan berupa babi guling, mereka yang mempunyai anak kecil. Dengan pemandangan yang sangat indah dari atas bukit, jempana-jempana dari masing-masing desa mulai naik bukit satu per satu. Setelah semua berkumpul di atas, acara berlangsung. Beberapa jempana (tandu) mulai diadu dan terjadi saling dorong. Setelah beberapa saat acara selesai, jempana-jempana pun diletakan di panggungan di tengah areal yang disediakan.


Jempana-jempana mulai menaiki bukit ketika suasana mulai sore.


Masyarakat yang berduyun-duyun naik ke bukit untuk melaksanakan persembahyangan.


Terliha di kejauhan jempana-jempana dari desa mulai naik ke bukit.


Perang jempana dimulai saat suasana huja…

Mitos yang Menjadi Kearifan Lokal Bali

Yup... Begitu banyak mitos yang sudah menjadi kearifan lokal di Bali. Tentunya beberapa daerah di Bali memilikinya, begitu banyak, berbeda tapi memiliki kemiripan di beberapa sisinya. Ini sangat dipercaya sebagai acuan untuk berbuat agar perjalanan kehidupan bisa lancar tanpa halangan. Juga lebih bersifat memberikan keuntungan dan kemujuran bagi yang mau taat melakukanya, menghidarkan diri dari malapetaka.



Enta karena kurangnya wawasan mengenai mitos ini, kebanyakan orang enggan untuk mempercayainya kalau belum mereka mengalaminya sendiri. Semisal kesakitan menahun atau sebagainya dan dapat disembuhkan dengan cara yang tidak masuk akal. Atau karena memang ketidaktahuan.



Banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan menjadikan mitos ini mulai terkubur. Mereka yang merasa diri lebih moderen menganggap itu sebagai hal yang kuno dan tidak ada nilai kebenarannya. Tapi bukankah sebaliknya pendidikan sebenarnya yang harusnya memecahkan hal ini secara ilmiah. Bukan malah memojokkan hal yang …