Beda saat Odalan

Yup... Perkembangan zaman membuat beberapa hal menjadi berubah dan tentunya jua ada tradisi yang selalu dipertahankan. Perubahan yang membuat perbedaan ini tentu akan terlihat dan kita rasakan menarik. Khususnya saat odalan, upacara di pura-pura khususnya banyak yang terkesan beda baik dipandang dari zaman-ke zaman maupun dilihat dari kehidupan sehari-hari saat belum adanya odalan.



Beberapa perbedaan itu seperti :





1. Warga menggunakan pakaian istimewa, ibu-ibu PKK dengan modisnya dan tidak kalah di masa ini para pria dengan baju logo harley Davison.

2. Terlihat sarana upakara, payung, penjor dan lainnya.



3. Banyak pedagang-pedagang, tenda biru, dakocan, sate languan, sosis-bakso

4. Banyak ada tukang potrek/fotografer.

5. Para penari, dengan senyumnya.

6. Permainan sepirit, bola adil, tajen (hiburan).

7. Suasana terasa tenang dari hari biasanya.

8. Banyak orang berubah menjadi cantik/ganteng. (sebuah fenomena)

9. Ada pecalang, penjaga ketertiban

10. Suasana lebih rame

11. Banyak lungsuran, buah dan jajan dari banten selesai dihaturkan.

12. Tukang parkir panen

13. Melihat hal unik, ada capung hinggap di baju, ada semut mencari segehan, ada anjing/kucing lewat dikala prosesi haturkan banten, ada banyak orang-orang dengan berbagai raut wajahnya yang bisa dilihat dan dirasakan suasana hatinya.



Beberpa hal menarik lainnya tentu masih banyak, tergantung sudut pandang masing-masing saja.

Mitos yang Menjadi Kearifan Lokal Bali

Yup... Begitu banyak mitos yang sudah menjadi kearifan lokal di Bali. Tentunya beberapa daerah di Bali memilikinya, begitu banyak, berbeda tapi memiliki kemiripan di beberapa sisinya. Ini sangat dipercaya sebagai acuan untuk berbuat agar perjalanan kehidupan bisa lancar tanpa halangan. Juga lebih bersifat memberikan keuntungan dan kemujuran bagi yang mau taat melakukanya, menghidarkan diri dari malapetaka.



Enta karena kurangnya wawasan mengenai mitos ini, kebanyakan orang enggan untuk mempercayainya kalau belum mereka mengalaminya sendiri. Semisal kesakitan menahun atau sebagainya dan dapat disembuhkan dengan cara yang tidak masuk akal. Atau karena memang ketidaktahuan.



Banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan menjadikan mitos ini mulai terkubur. Mereka yang merasa diri lebih moderen menganggap itu sebagai hal yang kuno dan tidak ada nilai kebenarannya. Tapi bukankah sebaliknya pendidikan sebenarnya yang harusnya memecahkan hal ini secara ilmiah. Bukan malah memojokkan hal yang mungkin dianggap kuno. Jika dipikirkan mitos itu sudah dipercaya dan dilakukan berabad-abad sampai sekarang. Sedangkan seseorang yang hanya baru belajar beberap tahun sudah tidak mengaggap hal itu.



Percaya tidak percaya ternyata Bali memiliki beberapa mitos yang cukup unik. Terkadang hal ini sangat sulit dipercaya dengan akal sehat. Tapi apa pun itu hal ini kembali lagi kepada diri Anda sendiri.



Beberapa mitos yang menjadi sekarang sudah kearifan lokal bisa dilihat di bawah ini :



1. Jangan potong kuku/nyapu saat menjelang sore atau malam. Ini dipercaya seseorang akan segera menjauh dari orangtua.



2. Jangan duduk di atas bantal/guling, lesung. Ini dipercaya akan membuat anda sakit bisulan.



3. Jangan makan telur ayam bersama dengan ikan pindang. Ini dipercaya Anda akan sering berkelaukan aneh (nganjuh).

Jangan makan semangka bercampur gula merah. Ini dipercaya Anda akan sering mengalami gangguang dalam kesehatan.



4. Jika kebanyakan makan, garuklah ulu hati menggunakan sendok nasi.



5. Jika tidur bersuara (gigi bergesek), berkeliling sebanyak tiga kali tungku api dengan bertopikan kuskusan dengan menyelipkan sendok kayu di punggung. Di tempat lain juga ada dengan cara menggigit kayu.



6. Sehabis mejaya-jaya atau upacara mabayuh dilarang makan daging sapi. Dipercaya upacara yang Anda lakukan tidak ada artinya.



7. Menepuk tiga kali saat tidur di kasur yang baru. Ini dipercaya bahwa arwah Anda saat mimpi tidak kebingungan saat kembali ke tubuh Anda.



8. Jangan menyapa/memanggil orang yang mau ke arena sabung ayam.

Kalau penjor galungan dipasang patah, jangan ke tajen. Pasti kalah.



9. Jangan suka melintas di bawah jemuran. Dipercaya akan mengurangi kewibawaan dan kepercayaan orang kepada Anda.



10. Jika mata berair saat mengiris bawang merah, selipkan irisan bawang di telinga.



11. Jangan pernah berdiam di atap cucuran, terutama saat sembahyang. Karena tempat ini adalah jalurnya dunia lain.



12. Dilaranng bersiul malam hari, dipercaya akan memanggil buta atau hal-hal yang buruk.



13. Dilarang bilang kata "capek" saat berjalan kaki menuju puncak lempuyang dan membawa emas-emasan naik ke Gunung Agung. Di beberapa pura di Bali juga dilarang memakai emas.



14. Jika susah melahirkan, si ibu diberi minum air dari hasil cucuran tiang rumah (saka/pengadeg) yang disiram.



15. Pada saat tidur disarankan kepala menghadap kearah utara dan timur. Dipercaya sebagai sumber kekuatan dan saat bangun tidur Anda tidak kebingungan.



16. Jangan keramas saat kajeng kliwon, dipercaya Anda lebih mudah ditemukan oleh orang yang ingin berbuat buruk.



17. Jangan bayar hutan saat rahinan rambut sedana. Dipercaya Anda akan sering punya hutang.



18. Menaruh dipan (tempat tidur) diusahakan agar saat bangun mata bisa langsung menghadap ke pintu. Kalki lebih dekat ke pintu.



19. Jangan mengurut ekor babi guling. Dipercaya babi guling tidak akan enak (alal) dan membuat yang makan acan sakit pencernaan.



20. Untuk anak yang terlambat mulai bicara, bisa dipakai sobekan tikar. Campur air putih dan diminumkan.

Kalu anak kecil tersedak/clekutan, tempel robekan tikar digidatnya



21. Untuk sakit korengan, gosok dengan uang kepeng dan lemper di jalan.



22. Kalau kutu air, mencuri bunga yang dikenakan di rambut wanita, lalau digosokan ke sakitnya.



23. Kalau anyang-anyangan, kencing sedikit terus menerus bisa dengan mengikat jempol kaki pake karet.

Kalo kaki kesemutan, ikat erat jempol dng tali.



24. Kalau digigt babuang (semut hitam besar) bisa langsung dikencingi.



25. Kalau ada halilintar/petir tancapkan pisau ke halaman.



26. Kalau ada gempa (linuh) sebut hidup... hidup.. hidup... terus menerus sampai gempanya berhenti.



27. Jangan bepergian/bekerja saat siang bolong (tengai tepet) dan sore menjelang petang (sandikala), dipercaya waktunya butakala.



28. Jangan makan di pintu atau jendela, dipercaya tempat berlalunya para dewata.



29. Jangan ngajak pacar ke Tanah Lot, katanya hubungannya akan tidak lancar.



30. Jangan berfoto ber tiga. Dipercaya akan terjadi cekcok, atau kehilangan dari salah satunya.



31. Jangan menyisakan nasi saat makan. Akan membuat mati peliharaan ayam hitam Anda akan mati.



32. Kalau matanya kelilikan (bintil di tepi mata) buatkan tipat pusuh taruh di atas perapian, lalu tusuk-tusuk itu kelilikan pakai ujung tipat yang diisi bawang putih.



34. Di daerah lain ada sedikit perbedaan dalam menggosokan bawang putihnya. Jika 'kelilikan di kanan" carilah bintik merah di punggung sebelah kiri lalu dipecahkan dan diolesi dengan bawang putih tunggal.



35. Ciciak suara kebenaran, tokek atau kodok sebaliknya.



36. Melihat meteor (bintang kuskusan) akan terjadi bencana.



37. kalau mimpi ketus gigi akan ada saudara atau kerabat akan meninggal



38. Jangan meneriaki badai (angin ngelinus). Dipercaya Anda akan selalu diikuti dengan malapetaka.



39. Burung hantu (celepuk) bersuara pertanda ada orang hamil.



40. Anjing menggongong tanpa sebab, salam untuk para penjemput kematian dipercaya juga anjing melihat leak.



41. kalau anak pertama cewek, liat guratan di paha blakang kalau ada satu guratan adiknya akan cowok.



42. Kalo sedang gelar upacara, anjing berkeliaran mau cari sisa makanan, tidak boleh dipukul atau disakiti dipercaya upacara Anda tidak akan berjalan dengan baik dan tidak diterima.



43. Kalau saat upacara berdatangan kupu-kupu, capung atau burung berarti upacaranya bagus.

Kalo punya karya/upacara, pas menanak nasi arunya gendut-gendut, karyanya rahayu.



44. Kalo sakit leher salah tidur, negen jineng.



45. Jangan memegang ayam yang ngasen (meronta saat mau mati), diyakini akan kena sakit buyutan/tangan sering bergetar saat bekerja.



46. Jangan menangisi orang meninggal, dipercaya arwahnya banyak halangan menuju alamnya.



47. Jangan duduk di kursi saat Pagerwesi (mitos daerah Karangasem).



Dan mungkin banyak lagi mitos-mitos yang lainnya. Mudah-mudahan ini memberikan sedikit wawasan Anda bagaimana hal-hal ini masih sampai sekarang masih dilakukan oleh orang-orang di Bali.

Pedagang Lugu

Yup... Membeli jagung rebus di pedagang lapak makanan kecil saat motret di desa. Terlihat beberapa dagangan ala kacang, semangka, kedelai, ubi dan lainnya dengan harga seribu dan dua ribuan. Keanehan terlihat ketika saya melihat pedagang menaruh uangnya secara rapi di lapak bertumpuk terpilah dua ribuan, lima ribuan dan sepuluh ribuan.



Dengan harga dua ribu saya menyerahkan uang sepuluh ribuan. Pedagang memberi uang kembali lima ribuan dan dua ribuan, dia bilang tidak ada lagi seribu atau kurang seribu dan saya bisa mengambil makanan yang lainya sebagai penukar kembaliannya. Saya menunjuk yang seharga dua ribu, pedagang berkata ya ambil saja tidak kenapa.



Pertama saya mengira ini adalah trik dagang, karena saya lihat dia punya banyak uang dua ribuan, tapi berpikir mengapa mau rugi seribu? Sambil makan saya duduk berdekatan dengan pedagang sambli ngobrol dan terkesan dia sangat polos atau bisa dikatakan lugu kalau menurut saya.



Dari kesimpulan saat berbincang yang saya dapat adalah untuk mendapatkan uang dengan jumlah delapan ribu adalah dengan mengumpulkan uang lima ribuan, dua ribuan dan seribuan. Berarti pedagang belum mendapat pembaruan kalau delapan ribuan juga bisa didapatkan dengan empat kali dua ribuan. Dalam hati saya mulai berterima kasih untuk pelajarannya dan hikmahnya saat itu. Dan mulai berpikir untuk tidak selalu menerapkan kebiasaan tapi mulai menggunakan kesadaran.

Peran Fotografi untuk Bali

Yup... Perkembangan fotografi di Bali dewasa ini cukup meledak. Dengan mudahnya teknologi yang diberikan oleh pendor-pendor penyedia jasa fotografi itu sendiri. Dari kamera sekarang yang dianggap lebih murah tentunya dengan biaya oprasional yang mungkin sangat minim sekali. Berbagi penyedia jasa foto yang semakin mudah dijumpai di sekeliling sehingga tadak merepotkan orang dengan kebutuhan akan foto.



Tentunya perkembangan foto ini akan sangat berperan bagi Bali khusunya, seperti di bawah ini:



1. Sebagai media dokumentasi.

2. Donatur bagi spot-spot (tempatmotret yang bagus) foto.

3. Kritik foto yang membangun.

4. Merekam momen-momen penting di Bali.

5. Membuat harga air mineral naik. Kalau bawa kamera belia air mineral tanggung jadi 5rb dengan harga normal 3rb.

6. Jembatan informasi media visual terkait budaya, lingkungan dan alam sekitar termasuk manusianya sendiri, banyak teman dan musuh, teknologi digital mulai berkembang pesat.

7. Pasar strategis bagi Bali, sehingga menumbuh kembangkan perekonomian.

8. Perekam sejarah.

9. Mengindahkan yang jelek dan menjelekkan yang indah.

10. Meramaikan upacara yadnya.

11. Pengangguran mungkin berkurang karena bisnis fotografi.

12. Membekukan Bali setiap hari



.Mudah-mudahan selalu bermanfaat fotografi bagi segala bidang lahan di Bali ini.

Ah... Beda Maksudnya!

Yup... Ternyata di Bali juga mengenal beberapa kalimat yang dipakai dengan maksud dan tujuan yang berbeda. Kalimat-kalimat ini biasa dipakai untuk beberapa kepentingan seperti berhumor, sanjungan, sindiran dan sebagainya. Beberapa juga digunakan untuk menyatakan tingkah laku yang dianggap berbeda bagi sebagian orang.Biasanya diucapkan dalam kalimat pendek dua sampai tiga kata.



Beberapa contohnya antara lain :



1. Mecik Manggis = Rasa Hormat

2. Nigtig Tangkah = Berani, Menantang lawan

3. Panes Basangé = Marah

4. Layah Basangé = lapar

5. Dangin/dauh/dajan/delod Tukad = Di luar desa

7. Bungan natah = nak jegeg ngijeng jumah

8. Bungut gebuh = omong kosong

9. Paid bangkung = Dilarikan Cewek/perkawinan

10. Nyuun/negen bebek = udah capek, dapat omelan n di berakin lagi

11. Akijapan matan barong = Lama

12. Ketog semprong= bubar

13. Nyuwun kasur = rugi

14. Tuak labuh= mengungkit masa lalu



Dan banyak lagi yang lain. Jadi sebaiknya mulai berhati-hati mendengar ucapan-ucapan seperti ini!

Ada yang Hilang di Bali

Yup... Konon di Bali sudah banyak yang hilang. Ah... siapa bilang? Apa itu cuma perasaan kita saja. Tapi mungkin saja, namanya juga perkembangan tentunya ada perubahan ada yang baru dan juga yang hilang. Beberapa hal yang mungkin sekarang sudah jarang kita jumpai di Bali. Beberapa hal itu adalah :



1. Nak lingsir nganggo tungked di rurungé. Miriban jelemané jani liunan suba mati sakondén tua.



2. Luh-luh nganggo siot, jani liunan nak luh nganggo jalér cara nak muani.



3. Liu woh-wohané mentik di teba, jani tebané suba ebet.



4. Yén pidan luh-luhé magandéng negak nyamping, yén jani ningkang.



5. Ngidih api/baa mékén mapunpunan, jani liunan suba nganggo kompor.



6. Pidan nak muani ngalih nak luh, jani luhluhé malali sik né muani.



7. Nak maturan nyuun gebogan/prani tegeh-tegeh, jani paling banter ngaba keben, canang sari liunan nak ngaba kamera ajak hp.



8. Nak ngorta nganggon basa Bali, liunan nganggo basa campuran misi basa Bali misi basa Indonesia.



9. Jani nak luh-luh subo liu ane matato, sing matato sing gaul koné.



10. Pidan mebalih kemedi, jani mebalih sinetron.



11. Pidan negak jaran jani jaran Jepang.



12. Pidan nganggo pis kelenting jani crédit card



13. Pidan nak ke pura penganggéné plos, jani pang ja nganggo sarwa putih.



14. Nak ngolingan nganggon kacis filmé.



15. Di Galungané liu anake mabaju anyar.



16. Dagang nasi matekor, jani luanan dagang bubuh letok gen matekor.



17. Nak main guli/matiltil sing ada nu jani, nik nik e be main ipad



18. Anak mandus ke tukadé sing ada masi jani, mabathtuban jani anaké.



19. Nak nyemuh baturai/kaset/awak (nginyah).



20. Nak masetipan, ulian jani suba bek nak ngadep bedil angin.



21. Yen pidan liu cerik-ceriké bantat, jani liu intelék

Istilah Fotografi di Bali

Yup... Berbicara tentang fotografi tentunya sangat banyak dan tak ada habisnnya. Kali ini akan dicari lebih spesifik lagi yaitu istilah-istilah fotografi yang ada di Bali.



Beberapa istilah ini mungkin sedikit orang tahu dikarenakan muncul sebelum pengetahuan fotografi dipelajari oleh banyak orang seperti saat ini. Beberapa istilah itu seperti :



1 Adrek = cetak

2 ASA = ISO

3 Batu rai = batre

4 Corong = lensa, Nele

5 Klisén = film rol

6 Kodak = kamera

7 Lampu kebyah = blitz / flash

8 Mapas matan ai = melawan sinar

9 Motrék = memfoto

10 Nyungnyung = memotrek antusiasme tinggi

11 Panglecékan=shutter

12 Potrékan = hasil foto

13 Puwun = foto terbakar

14 Tipi = Layar Lcd

15 Tukang Potrék = fotografer

16 Tustél = kamera

17 Uleng = menjuju

Kekeliruan Memakai Kata

Yup... Saat ini mulai sering didengar kata-kata yang dianggap keliru saat dipakai untuk berbicara khususnya di Bali. Seperti untuk menyebutkan benda-benda yang berbeda hanya dipakai dengan satu kata yang sama.



Pengetahunan dan wawasan itu kebanyakan karena kata tersebut sudah jarang dipakai saat ini. Hal lain juga disebabkan oleh yang bersangkutan tidak berada di bidang tersebut. Perubahan pola kehidupan warga juga menjadi salah satu semakin jarangnya kata-kata tersebut dipakai.



Sebagai contoh dahulu kehidupan warga di Bali kebanyakan hidup di sektor pertanian sehingga banyak sekali kata-kata penyebutan benda dengan kata berbeda juga. Sekarang tentunya kata tersebut menjadi berkurang karena warga kebanyakan bekerjja di sektor pariwisata.



Beberapa kata-kata tersebut adalah :



1 Pesan = terbuat dari daging, dibakar

Tum = terbuat dari sayur, dikukus



2 Udud = cangkul

Tambah = bentuk kaya garpu

Serampang, kejeng, = cangkul



3 Matekap

Ngelampit

Nenggala



4 Inem = minum dengan memasukkan beberapa teguk langsung ke kerongkongan.

Siup = menyeruput air/minuman hanya sedikit saja dari wadahnya (gelas atau cawan atau mangkok).

Oyot = menenggak air atau minuman lain dengan sedikit tergesa-gesa.

Ceret = meminum air atau minuman lain dengan cara membiarkan air atau minuman itu langsung mancur dari

saluran teko/ceretan/ganjreng menuju mulut menganga yang menadah di bawahnya...

Magerosan = asal katanya geros, yaitu merujuk pada suara yang terdengar pada saat menyeruput minuman

panas. Magerosan biasanya digunakan untuk menunjukkan aktivitas meminum kopi atau teh

panas. Atau, komoh

Maciritan = biasane sekaa tuake ane demen ngorahang ""maciritan"" sawireh liyu timpalne nyeret tuak uli

ganjrenge munyine: cririt...cririt...cririt...



5 Panyong

Linggis



6 tiuk

seselet

mutik

pengiris

lemat


Kata-kata jadi Beda

Yup... Entah kenapa beberapa kata bali bisa beda, kemungkinan besar karena dialek dari beberapa tempat yang berbeda. Tetapi tetap dimengerti dan dipahami saat dikeluarkan dalam percakapan.



Entah disengaja atau tidak, semua itu sudah berkembang di masyarakat sampai sudah menjadi kebiasaan dan tidak mau lagi menggunakan kata sebenarnya. Beberapa contoh kata-katanya adalah :



Tahu = Taku

Coklat = barak

Pelung = gadang

Kentang = Sentang

Bakso = Bakwan

yamaha = honda

Denpasar = Badung

Sulawesi, Kalimantan, Sumatra = Jawa



catatan 29 november 2013

Kata Bali Tergantikan

Yup... Perkembangan zaman menuntut perubahan, tidak hanya orang menjadi tambah dewasa. Mode busana yang selalu terbaru begitu juga kata-kata Bali yang juga banyak ditingalkan dan digantikan dengan kata-kata yang dianggap lebih mumpuni saat sekarang ini.



Setidaknya beberapa kata tersebut perlu juga kita ketahui apa yang dipakai pada zaman dahulunya sampai bisa berubah sampai saat ini. Beberapa kata di bawah adalah sebagai contohnya.



1 Bélék = kelopok

2 Capil = Topong

3 Cawet = Cd

4 Cékot = Sinduk

5 Cerik = handuk

6 Colok =Korek

7 Damar = lampu

8 Dampar = Kursi

9 Geros = nyedot

10 Jaler = Celana

11 Jelanan = pintu

12 Kasut = kaos kaki

13 Keper = roda

14 Kerbik = senter

15 Kéwala = Tapi

16 Kori = Angkul-angkul

17 Langsé = korden

18 Lodék = Rujak

19 Lumur = Gelas

20 Monot = Daki

21 Morong = Ketel

22 Ongkeb = Kebus

23 Pasih = pantai

24 Pinggan = piring

25 Pucung = botol

26 Rurung = jalan

27 Séh = Salin / masalin.

28 Sereg = Kunci

29 Siyot = Kun

30 Tap / Ngetap = Nganti / Mengganti

31 Tingklik = Tegakan

32 Umpami = conto

33 Yadiastun = Walaupun



catatan 28 November 2013

Bentuk-bentuk Patulangan Ngaben

Yup... Berbagai jenis patulangan (tatulangan) yang digunakan dalam setiap pangabenan di Bali. Patulangan ini biasanya berbentuk binatang dan difungsikan untuk membakar jenasah. Konon jenis-jenis binatang ini digunakan sebagai pengantar roh alam niskala (tanah wayah).

Konon bentuk-bentuk patulangan yang dipakai menurut wangsa dan juga daerah tempat kerja selama di dunia. Layaknya nelayan yang memakai patulangan ikan, petani yang memakai kerbau dan sebagainya. Semua kemudian diterapkan seni masing-masing.


Bangkal berbadan ikan


Singa


Tabla


Singa bersayap merah


Singa Kuning


Singa Hitam


Naga Kaang


Macan


Lembu sing materas (tanpa kepala)


Lembu putih


Lembu hitam


Sudang-sudangan (Ikan)


Gajah Mina


Gajah Mina Hijau


Bangkal

catatan 10 September 2013

Satu Kata Banyak Makna

Yup... Salah mengartikan tentunya akan berdampak beda bagi yang mendengarkan. Begitu juga dengan kata-kata yang di dengar setiap hari. Dalam Bahasa Bali juga dikenal dengan kerangkapan arti dalam satu kata. Hal ini lebih dikenal dengan istilah Homonim. Homonim merupakan penulisan dan pengucapan yang sama tetapi dengan arti yang berbeda. Abigu dalam memaknai kata akan membuat kesalahan yang mungkin berakibat fatal.



Di bawah ini ada beberapa contoh kata-kata dalam bahasa Bali yang terkadang menimbulkan berbagai arti tergantung dengan kalimat pengikut, situasi maupun daerahnya :



1 Adéng = taluh = lambat/pelan

2 Aji = Ayah = berapa

3 Alas = tatakan = bet (hutan)

4 Ambeng = daun ilalang = halangan/hambatan

5 Ambu = awan = mabo

6 Arah = sing nyak = matan angin

7 Asta = 8 = ukuran

8 Bajang-bajang = sekaa truni = rumput

9 Barong = tapakan ida sesuhunan = bersama-sama (logat nusa penida)

10 Basa = bumbu masakan = bahasa

11 Bataran = Tuhan = teras, amben

12 Bélék = lembut/tidak keras = basah kuyup

13 Bisa = racun = mampu

14 Buku = tiing =kertas

15 Bunga = sekar = bungan bank

16 Carik = sawah = bagian dari Aksara Bali

17 Cecek = Cicak = bagian dari Aksara Bali

18 Duur = Kepala = atas

19 Guung = Sangkar = bagian dari Aksara Bali

20 Jalan mula = Ngajakin memula tanaman = Jalan ane mula ada

21 Jan = tangga = sajan

22 Kaberatan = bes baat = ke danau beratan

23 Kapetengan = malam = engsap

24 Kasiangan = tengai = ke Siangan Gianyar

25 Léneng = berbeda = tempat duduk di jalan

26 Lima = 5 (jumlah) = tangan.

27 Lingga = tongos = dasar

28 Luh-luh = wanita-wanita = adonan semen

29 Malali = jalan-jalan = memegang

30 Mambah = madadong = mengalir

31 Maseselan = Nyesel = panyegseg

32 Meligedang = numas gedang = melilit

33 Nguda = muda = sedang apa

34 Pagi = semengan = adan desa di Penebel

35 Panci= alat masak = paha

36 Rai = adik = mata pisau

37 Raka = kakak = buah untuk sajen

38 Sédané = Meninggal = mobil

39 Soréné = daun = sanja

40 Susut = bersihkan = nama desa di Bangli

41 Tapé = mobil = jajan

42 Tiang = Saya = alat penyangga kabel listrik

43 Toké = buron = tulen

44 Uli= jaja=asal.

45 Yéh = air = selaan



catatan 26 Oktober 2013, survei FB

Ungkapan Berbahasa Bali

Yup... Ungkapan-ungkapan atau pun kata dengan menggunakan bahasa Bali dengan kesan artinya disembunyikan sudah jarang kita dengarkan di masa kini. " Li la li lu li la li deng..." adalah salah satu ungkapan dahulu yang sering diucapkan untuk mengejek, bercanda atau pun lainnya. Mungkin karena dianggap kuno atau tabu istilah-istilah semacam ini mulai ditinggalkan dan digantikan dengan istilah-istilah barat/luar negeri.



Bukan untuk bermaksud mengejek ataupun bersikap porno cuma inggin menggali dan mengingatkan saja. Beberapa istilah mungkin berbeda-beda dari setiap daerah yang ada di Bali. Adapun istilah-istilah itu adalah :



1. Li la li lu li la li deng

2. Tilulit coblong pamor

3. Luh-luh tulukin apine siap Bline suba menang!

4. Brong brong tut si tembak raja tuan



Wah-wah ternyata ada-ada saja istilah seperti ini ya.



catatan 13 Agustus 2013

Permainan Tradisional Bali

Yup... Bali ternyata memiliki berbagai permainan tradisional. Kebanyakan permainan ini dilakukan saat orang masih anak-anak. Di setiap daerah di Bali ini mungkin saja memiliki permainan yang unik. Di bawah ini ada beberap jenis permainan yang ada di Bali.



Bola adil

Bola digelindingakan ke papan yang sudah ada gambarnya.

Di setiap gambar teradpat sedikit cekungan. Di mana bola berhenti berarti itulah gambar yang menang.



Ceki

Permainan dengan menggunakan kartu ceki di beberapa tempat kartu ini juga biasa disebut dengan sampian.

Beberapa jenis permainan bisa dilakukan dengan kartu ceki ini.



Cepetan

Permainan yang dilakukan oleh dua orang.

Siapa yang bisa lebih dahulu menyentuh kepala atau kaki, itulah pemenangnya. Lawan bisa menangkis saat musuh mulai mengarahkan tangannya ke arah kepala atau kaki.



Cingklak

Permainan ini menggunakan sarana batu krikil dan bantuan satu tangan.

Satu batu dilempar keatas dengan satu tangan, tanggan yang melempar langsung mengambil batu yang berserakan sebanyaknya. Pemain yang bisa menggengam batu paling banyak dan menangkap lemparan batu ke atas tadi itulah pemenangnya.



Cuk-cuk Dar

Permainan yang sedikit berbahaya biasanya

dimainkan oleh anak yang sudah kelas 6 SD ke atas. Bentuk mainanya seperti senapan bahannya dari ranting bambu, mimisnya bisa dari kertas atau buah tumbuhan uyah-uyah. Cara mainnya di kombinasikan dengan engkeb-engkeban atau main seporadis saja. Alat mainnya dibuat dari ranting bambu kemudian kertas.



Cul-culan

Permainan menggunakan potongan lidi , kira2 setengah panjang tusuk gigi tempat mainnya harus di tanah. Jumlah peserta 4 orang, cara mainnya kita buat lingkaran di tanah kira2 diameter 30 cm kemudian dibagi empat. satu orang bermain menjadi pencari dan lagi 3 orang yang menyembunyikan potongan lidi tersebut, di daerah lingkarannya yang sudah dibagi tersebut. Nanti yang tidak di ketemukan menjadi pemenang, yang ditemukan pertama menjadi pencari berikutnya.



Dengkeleng

Permainan ini dilakukan di tanah atau lantai yang sudah diberikan garis.

Garis-garis ini bisa berbentuk apa saja seperti kupu-kupu, kapal dan gedung yang ditengahnya diisi garis kotak-kotak.

Dengan bantuan pecahan genting pemain mulai melempar ke kotak-kotak berurutan samapi habis. Saat pecahan dilempar di satu kotak, pemain harus menyusuri kotak yang lain dengan melompat kaki satu (nengkleng). Begitu seterusnya hingga semua kotak pernah diisi dengan pecahan genting tersebut. Dalam permainan ini kaki dan pecahan genteng tidak diperkenankan menyentuh garis yang ada.



Doman

Ini adalah permainan dengan kartu doman.

Berbagai permainan bisa dilakukan dengan kartu ini seperti, sepirit, blokiu, kik, pitu, tembak, dom dan yang lainya.



Engekb-engkeban

Permainan bersembunyi dan salah satu peserta harus mencarinya sampai ketemu.

Sebelum peserta yang lain bersembunyi sang pencari harus menutup matanya. Kalau di nasional permainan ini dikenal dengan main petak umpet.



Gansing

Gansing diikatkan dengan tali lalau dilempar ke tanah secara bersamaan.

Gangsing siapa yang paling lama putaranya itulah pemenangnya.



Gebug

Permainan ini semarak saat masa kemiri berbuah.

Biji kemiri lalu diadu dengan dipukulkan sesamanya, kemiri yang pecah itulah yang kalah.

Setiap pemain secara berganian sebagai pemukul dengan kemirinya sendiri. Biasanya pemukul mencari titik-titik lemah kemiri musuh untuk dipukulkna.



Guli

Permainan kelereng,

banyak jenis permainan ini bisa dilakukan.



Kecog

Dua orang memegang tali/karet dengan panjang berkisar 6 meteran.

Lalu diputar membentuk ala bola di tengah, teman-teman yang lain mulai masuk ke dalam tali yang diputar. Semua yang masuk ke tali mulai melompat-lompat. Siapa yang terkena tali itulah yang kalah.



Kocok / Kopyok / Mong-mongan

Dadu diletakan pada tatakan dan ditutup dengan ember lalu dikocok. Gambar yang kelihatan itulah yang jadi pemenang.

Belakangan ini terlihat ada dengan jumlah dadu 2, dadu 3 dan juga ada dengan dadu jumlah 6.



Mejai

Dengan sarana Kepang dan uang bolong (pis bolong).

permukaan pis bolong yang satu berwarna merah dan satunya lagi berwarna asli, jadi apabila yang merah yg menghadap ke atas di atas baan (meja judi) itu yg menang. Sesuai dengan jumlah merah dengan contoh apabila 4 buah pis bolong berwarna merah menghadap keatas berarti yg menang timur, kemudian kalu lima yg menang selatan dan seterusnya.



Piduh

Dengan mengumpulkan daun pegagan (piduh) dan diikat sehingga berbentuk bola.

Para pemain mulai melempar ke atas dan terus menendangnya jangan sampai jatuh ke tanah.

Yang paling lama bertahan tidak jatuh itulah pemenangnya.



Sungga

Permainan dengan gelang karet yang dilempar ke lidi-lidi yang sudah dipasang berbentuk "sungga".

Sungga dalam hal ini 10 buah lidi dengan ukuran berkisar 10 cm dipasang/ditusukan berdiri di tanah dengan jumlah 10 buah lidi. Satu sebagai raja dan lainya dianggap pasukan. Pemain mulai melempar gelang karetnya ke arah sungga, jika masuk di lidi raja maka adan dapat bayaran 5 gelang karen sedangkan lainya saru karet. Jika tidak masuk gelang karet kita akan diambil penjaga.



Tajen

Permainan ini dilakukan oleh dua orang dengan membawa daun yang sudah disematkan lidi.

Daun yang biasa dipakai adalah daun jarak atau daun talas. Di tangkai daun diisi dengan lidi yang mengahadap ke depan. Lalu dua orang ini mengadu, melemparnya ke arah lawannya. Siapa yang daunya robek terkena lidi lawanya itulah yang kalah.



Tajog

Adu balapan dengan menggunakan sarana berupa bambu berkisar 2 meter yang sering disebut dengan tajog.

Pada bambu tersebut disisi tempat tumpuan menginjak setinggi lutut. Para pemain mulai naik bambu dan balapan dengan peserta lainya. Permainan ini sama dengan Enggrang.



Tembing

Dengan uang logam permainan ini dilakukan. Masing masing peserta mulai melempar uang logamnya ke lubang yang sudah dibuat dalam tanah.

Logam yang pertama atau terdekat dengan lubang itu mendapat giliran bertama. Pemain lalu mengumpulkan semua uang logam pemain. Semua uang dilempar ke ubang, logam yang masuk ke lubang adalah haknya untuk diambil. Beberapa aturan juga ditetapkan dalam permainan ini seperti saat menembing, penembingan harus lewat dari garis batas jika tidak bisa lewat semua logam harus dikembalikan. Untuk mau melanjutkan permainan pemain harus membayar koin lagi, sering disebit dengan "dosa". Pemain boleh saja berhenti dengan tidak membayarnya.



catatan 13 Agustus 2013, survei FB

Simbol Sakral Jangan Diremehkan!

Yup... Sungguh disayangkan belakangan ini banyak terlihat foto-foto sakral yang dibuat aneh-aneh. Beberapa terlihat tapakan Rangda, Gelungan, Barong, Pretima yang begitu dianggap sakral oleh warga Bali diedit (olah digital) menjadi sesuatu kurang enak dipandang. Hal ini menimbulkan kekecewaan bagi beberapa orang, terutama "penyungsung" tapakan tersebut. Seakan-akan tapakan ini begitu dianggap remeh bagi mereka dan serasa sebagai hal biasa bahkan permainan saja.



Apa masih pura-pura lupa dengan kasus, "foto canang sari dengan bola golf"? Apa masih pura-pura tidak ingat dengan, "simbol suastika yang di foto di cermin"? Apa masi belaga bego dengan "mengubah warna foto, sehingga warna bendera kita tidak merah putih lagi"? Semua hal-hal tersebut mulanya adalah pelajaran penting bagi kita semua. Tapi kenyataanya hal itu terus atau mungkin bisa dianggap rutin dilakukan kesalahan.



Beberapa kejadian terakir ini juga beberapa orang sempat saya tegur tapi tidak ada tanggapan serius dari yang bersangkutan. Entah dianggap sebuah karya seni atau kehebatan dalam penggunaan perangkat lunak. Kesantunan dalam hal ini menurut saya begitu penting, jangan sampai terjadi gejolak di kemudian hari.



Marilah kita saling mengingatkan untuk berbuat lebih baik dan selalu berkarya!!!



catatan 30 Juli 2013

Bagaimana Foto yang Benar?

Yup... Melihat foto pemandangan yang sangat dramatis dengan langit seakan terbakar oleh embun-embun berwarna merah api dan air laut selembut putihnya kapas. Beberapa dari kita mungkin akan mengatakan foto itu sangat indah dan sebagianya mungkin heran dimana ada alam seperti itu dan ingin melihatnya.



Kali ini ada bahasan dan pendapat tentang foto benar, bukan foto bagus ya! Tentunya dapat didefinisikan dengan foto itu jujur apa adanya dan tidak mengolok-olok pemirsanya. Dan seakan-akan foto benar itu apa yang dilihatnya tersaji sama dengan apa yang ada di foto.



Kenyataan yang terjadi bahwa tidak semua kamera dari seorang fotografer yang bisa menangkap hal apa yang dilihatnya menjadi foto yang dimaksud. Contoh : ketika 2 orang motret suatu benda yang berkilauan dengan warna warni yang satu fotografer dengan kamera murahan dan satunya termasuk kamera dengan harga di atas langit. Setelah diperlihatkan tentunya dengan kamera super mahal menampilkan foto dengan serupa apa yang dilihat mata sedangkan kamera murah warnanya beberap tidak seperti kenyataan. Jadi apakah seorang dengan kamera murah seperti ini bisa dikatakan tidak bisa menghasilkan foto yang benar?



Dari kerancuan hal-hal tersebut ada beberapa pendapat tentang, bagaimana foto yang benar :

1. Foto dari hasil kamera, tanpa mengalami olahan di komputer.

2. Bisa dipertanggungjawabkan oleh fotografer.

3. Bisa dibikin dokumen

4. Fotonya tidak dipermasalahkan dikemudian hari.

5. Sesuai dengan keterangan foto.

6. Sesuai keadaan aslinya, tanpa mengubah "white balance"

7. Tidak menggunakan lensa "fish eye", foto jadi distorsi.

8. Mengesampingkan artistik, kejujuran utama.

9. Apa adanya tanpa menghilangkan objek penting di foto.

10. Sesuai peruntukanya.



Beberapa foto sengaja diubah dengan maksud da tujuan tertentu. Misal foto untuk tujuan komersial sengaja menghilangkan beberapa objek foto agar terlihat indah dan menarik. Dalam ha lain ada juga yang digunakan untuk perbuatan yang tidak benar seperti mengganti kepala orang dengan tujuan mengejek. Beberapa foto juga diubah bukan untuk membohongi, tapi kalau ditampilkan secara utuh terlihat menjadi kebohongan.



Tapi apapun itu mari kita tetap berkarya!!!



catatan 18 Juli 2013, survei fb

Kaos Gaul

Yup... Baju kaos (t-shirt) dari zaman ke zaman memang tidak pernah ada matinya. Ilustrasi tuangan ide sering terdapat pada baju ini dengan penuh warna. Pemakai kaos ini biasanya begitu terlihat beda saat menggunakannya, merk yang berkelas dan bisa ditentukan seberapa mahal yang dia pakai. Dengan ilustrasi tulisan tribal, relief dan juga tokoh-tokoh komik dan satria sangat digemari.



Tapi jangan salah, sekarang istilah-istilah dengan menggunakan bahasa Bali ini mulai marak terutama di baju-baju dengan menggunakan jenis huruf kapital tebal. Kaos warna hitam dengan tulisan ukuran besar di punggung dengan warna solid putih begitu sangat digemari saat ini. Hal ini mulai jadi menarik bukan karena bajunya yang keren dan mahal tapi dilihat seberapa berpengaruh tulisan yang ada di kaos terhadap yang membacanya. Mulai dari kalimat-kalimat tindasan, mabok, patah hati dan banyak lagi lainnya.



Kreatif, mungkin ini kata yang lebih tepat untuk menggambarkan kalimat-kalimat tulis yang ada di kaos tersebut. Selalu kreatif dan selalu berkarya.



catatan 13 Agustus 2013

Foto ROL

Yup... Berawal dari pertemuan dengan seorang pelukis (bukan seniman), dia menyampaikan demikian karena belum sepenuhnya bisa melukis dengan seni melainkan sekarang masih berdasarkan komesial dan uang tentunya. Bercerita tentang pelukis-pelukis luar negeri yang tinggal di Balilah yang sangat berperan dalam perkembangan seni visual di daerah Bali khususnya. Antara lain Le Mayeur, Walter Spies, Antonio Blanco, Rudolf Bonnet dan banyak lagi pelukis hebat lain.



Semua pelukis itu memiliki ketertarikan dengan Bali, tentunya lukisan-lukisan mereka sudah terkenal seantero jagat. Salah satu adalah gaya lukisan Walter Spies tentang alam Bali, suasana alam Bali di pagi hari dengan embun-embun yang terbakar menjadi asap-asap di sela nyiur dengan aktifitas masyarakatnya dan ini juga salah satunya cukup menarik sampai saat ini. Pemandangan alam Bali dengan asap dan siluet mungkin banyak kita jumpai sekarang di seni foto. Dengan dunia fotografi gaya seni seperti ini sering diistilahkan dengan ROL (Ray of Light). Aliran-aliran asap yang ditusuk oleh sinar di selah pepohonan juga menjadi hal menarik dan indah untuk direkam dalam foto.



Indahnya alam, budaya dan semua tentang Bali membuat semua penikmat maupun pembuat seni visual menjadi ingin mengabadikan dengan gaya masing-masing. Mari kita tetap berkarya!



catatan 12 Agustus 2013.

Ciri-ciri Foto Hebat

Yup... Kita tentu sering melihat foto-foto setiap harinya. Mulai dari album foto dirumah, foto-foto baliho di jalanan dan mungkin tak terhitung jumlahnya yang ada di internet. Dari semua foto yang kita lihat tentu beberapanya selalu bisa kita ingat dan memberi kenangan bagi diri. Ah!!! mungkin itulah yang menjadi foto yang hebat menurut kita.



Tentunya setiap orang memiliki pandangan terhadap foto. Mungkin satu foto kalau dilihat ramai-ramai semua orang memiliki komentar yang berbeda. Jadi bisakah foto yang disebut "hebat" itu distandarkan, atau ada aturanlah yang memberikan gambaran bahwa ini hebat itu tidak. Beberapa teman memberikan pandangan tentang apa itu foto hebat :



1. Terjual dengan harga mahal (mahal berapa rupiah ya?)

2. Sulit untuk mendapatkan fotonya, mungkin disebut foto langka.

3. Foto dengan momen tak terduga, mungkin maksudnya pas motret tidak sengaja eh.. dapat momen bagus.

4. Banyak yang suka dan berkomentar bagus.

5. Yang motret tidak sombong.

6. Foto berbicara, mungkin maksudnya belum diisi tulisan yang lihat bisa mengerti.

7. Fotografer buat foto yang lihat mengerti maksudnya alias nyambung.

8. Fotonya menonjol, mungkin dibandingkan dengan foto lain fotonya lebih aneh.

9. Bercerita, sudut oke, motretnya sulit.

10. Kalau dilihat bisa lupa, lupa diri lupa hutang pokoknya lupa semuanya.

11. Yangmana si penikmat / yang memandangi foto tidak bisa menuangkan ide/hasil seperti yang sedang dipandangnya dan timbul kekaguman baik terhadap fotografer maupun hasil karyanya dari mulutnya sepontan bilang "HEBAT!!"

12. Foto berwarna

13. Tidak meniru, meniru masakan tetangga yang terbukti sudah sedap.

14. Memiliki taksu, usaha pemblajaran dari diri untuk foto yang ditampilkan.

15. Ada foto diri didalamnya



Dan mungkin banyak lagi ciri-ciri dan alasan orang-orang mengatakan bahwa foto itu hebat. Tapi apapun itu mari kita terus berkarya dengan semangat!



catatan 18 Juli 2013, survei FB

Jangan Potret !

Yup... Mungkin teguran untuk motret sesuatu sering kita alami, salah satunya motret benda sakral atau pun lainnya. Izin dari berbagai kepentingan orang sangat jamak dan berbeda. Mungkin terlalu banyak pesoalan yang kemudian akan menjadi perkara di kemudian hari membuat foto akan sangat bermasalah. Dikeluhkan atau diketahui beberapa rahasia tentangnya akan membuat kegaduhan malah berakibat fatal bagi ketenteraman bagi semua pihak.



Beberapa alasan untuk jangan motret kadang bisa dimaklumi oleh fotografer dan juga menjadi pertentangan hebat. Keingintahuan sang pengambil gambar menjadi lebih bergairah untuk mendapatkan foto bersangkutan. Dalam hal ini tentu sangat disayangkan sekali, jika bisa merugikan salah satu atau kedua pihak.



Beberapa alasan sesuatu tidak boleh atau tidak bisa dipotret :



1. Mungkin benda bertuah atau sakral.

2. Motret harus bayar, tidak mampu bayar.

3. Sebagai orang lokal dipersulit untuk motret, daya remeh untuk orang lokal kalau asing oke sajalah.

4. Ada orang yang menakut-nakuti, menciutkan mental tukang foto.

5. Orang takut difoto karena ada yang salah/berbuat salah.





Dan mungkin banyak lagi alasan lain kenapa kita dilarang untuk motret.

Yang penting kita bisa terus berkarya, tak bisa motrek ini yang itu masih banyak.



catatan 16 Juli 2013, survei FB

Dampak Perkembangan Fotografi Bali

Yup... Perkembangan fotografi Bali memang sangat meroket akhir-akhir ini. berbagai jenis foto bisa ditemukan sekarang mulai dari foto-foto pemandangan, budaya, benda-benda kecil, pernikahan, bangunan dan banyak lagi lainnya. Tidak hanya para fotografer profesional melakukan kegiatan ini bahkan orang-orang awam pun juga rutin menjepret. Dan beberapa orang dari mereka juga membawa kamera-kamera yang terbilang mahal.



Tentunya banyak keuntungan dan kerugian ditimbulkan bagi Bali itu sendiri.

Beberapa keuntungan dan kerugianya bisa dilihat di bawah ini :



Keuntungan :

1. Bisnis penjual kamera dan jasa fotografi jadi ramai.

2. Bisa banyak buka lapangan kerja, lebih banyak usaha fotografi lokal.

3. Kemampuan foto bisa membuat dikerubuti model-model baik cewek maupun cowok.

4. Foto-foto tentang Bali banyak beredar, promosi gratis bagi Bali.

5. Objek wisata ramai dikunjungi para tukang foto.

6. Sesama fotografer bisa saling berbagi ilmu.



Kerugian :

1. Anak-anak yang minta kamera mahal, yang murah malu dipakai karena biasa diejek teman sejawatan.

2. Jasa fotografi banyak saingannya.

3. Foto jarak jauh menyebabkan pripasi orang terganggu, seperti wanita yang mandi disungai difoto jarak jauh oleh fotografer nakal.

4. Banyaknya pemandangan indah yang masih alami difoto mengakibatkan banyak investormengambil alih untuk vila.

5. Bawa kamera SLR ke beberapa tempat wisata dikejar-kejar petugas, dikenakan biaya yang cukup mahal.



Dan banyak lai keuntungan dan kerugian yang ditimbulakn dalam hal ini. Sesuatu perubahan akan mengakibatkan perubahan yang lain dalam suatu sistem. Jadi apa pun itu mari kita tetap berkarya dan menjaga Bali!



catatan 14 Juli 2013, survei FB

Foto-foto Bali yang Klise

Yup... Memang tidak dipungkiri begitu banyak foto Bali yang sudah ada dari zaman dahulu. Semua tentang Bali terekam dalam banyaknya foto mulai dari tercetak dan dewasa ini begitu berkembang di media elektronik salah satunya internet. Wah, semua orang tentu tidak asing lagi dengan Bali dari semua sudut, budaya dan segala sesuatu bisa diketahui dari berbagai belahan dunia ini.



Dari berbagai foto-foto yang muncul sebelumnya banyak memberi inspirasi bagi para orang untuk mulai memotret sekarang. Keindahan, keunikan maupun eksotik Bali menyedot untuk mereka mencoba dan bahkan menekuni dunia jepret-menjepret ini. Entah ingin mencontek atau muncul dari ide sendiri banyaknya foto tentang pulau dewata ini tentu akan menghasilkan foto-foto yang bersifat pelulangan atau biasa disebut dengan 'klise'.



Tentunya jika diperhatikan dari tahun-ketahun foto-foto masih bernuansa sama. Contoh : foto para petani dengan latar belakang pegunungan atau foto penari dengan lirikan mata, lentik jari dan lekukan tubuhnya. Foto-foto yang selalu menjadi indah dan selalu dinikmati dari masa ke masa. Dari bebearapa hasil foto seperti itu sepertinya ada kemungkinan bahwa itu memang tersaji dengan indah atau fotografer menunggu untuk motret dengan waktu yang tepat.



Apapun itu, foto Bali klise atau foto dengan nuansa baru semuanya tentu memiliki peminatnya tersendiri. Jangan takut untuk menampilkan foto dengan gaya sendiri. Mari kita berkarya dan sukses selalu bagi kita semua!



catatan 14 Juli 2013, survei FB

Cara Menampilkan Foto Fullscreen FB

Yup... Belakangan ini saya akan menampilkan foto-foto saya dalam ukuran fullscreen (layar penuh/full HD) di facebook ini demi kenyamanan untuk dinikmati. Foto akan sangat baik dilihat dalam ukuran layar 23 inci atau dengan resolusi yang lebih kecil.



Cara untuk menikmatinya bisa diikuti langkah berikut :



1. Bukalah foto yang ada di facebook, lalu akan muncul gambar seperti ini. Klik pojok kanan atas foto.





Klik tanda yang ditunjuk dengan warna panah merah.Klik tanda yang ditunjuk dengan warna panah merah.





2.Lalu akan muncul seperti gambar ini, dan klik lagi pojok kanan atas foto untuk menampilkan foto dalam ukuran fullscreen.





Klik tanda yang ditunjuk dengan warna panah merah.Klik tanda yang ditunjuk dengan warna panah merah.





3. Lalu foto akan tampil secara fullscreen, seperti dibawah ini. Anda bisa klik di kanan foto '>' untuk foto selanjutnya dan klik bagian kiri foto '





Terliihat foto dalam mode fullscreen.Terliihat foto dalam mode fullscreen.


Terima kasih atas perhatian semuanya dan selamat menikmati.

catatan 11 Juni 2013

Keterangan Foto Keliru

Yup... Hati-hati untuk mengisi atau mengertikan keterangan foto, jangan sampai maksud kita tidak sesuai dengan pengertian pembaca.



Contoh :

1. Upacara melasti di pantai ini bertujuan untuk pembersihan dan penyucian.

* Mungkin yang kita maksud penyucian adalah "suci"

* Pembaca mengartikan "Mencuci"



2. Fotografer mulai menjuju orang yang bersembahyang.

* Maksudnya adalah memfokuskan subjek foto dari kamera

* Dikira salah tulis, fotografer berjalan "menuju" orang sembahyang.



Mungkin ada pengalaman lain?



catatan 28 Mei 2013

Inspirasi foto 80-90an

Yup... Teringat masa dulu berkisar tahun 2005, senang sekali melihat foto-foto bernuansa Bali begitu indah dan luar biasa. Pandangan tentang foto bagus saat itu selalu sama sampai saat ini, terima kasih untuk para fotografer yang telah menyajikan keindahan Bali.



Menikmati foto-foto Bali

Siapa kira-kira yang motret?



1. Foto Petani yang ada di tikungan menuju Desa Blimbing, petani sedang menanam padi berbaju merah.

2. Hamparan sawah entah di Jatiluwih atau Ubud, difoto dari udara dengan aliran sungai membelah hamparan terasering.

3. Seorang wanita berbaju merah dengan memegang payung Bali (tedung) warna kuning berjalan di terasering Ceking, Gianyar.

4. Pura Gunung Kawi, ada ibu baju warna biru menjunjung ember warna hijau disampingnya ada orang mandi.

5. Sunset di Pura Tanah Lot, bentuk meru kelihatan runcing-runcing berada di kiri dan kanan. Beda sekali dengan sekarang.

6. Tari Abuang di Tenganan Pegringsingan, busana yang dipakai sangat sederhana beda dengan sekarang yang terlihat lebih mewah.

7. Pura Taman Ayun bentuk meru juga runcing-runcing.

8. Ibu-ibu mapeed, mungkin foto itdak asing lagi karena sering muncul diberbagai media. Ibu-ibu berkumpul dengan menjunjung gebogan buah-buah lokal dengan nuansa foto kuning.

9. Tari Barong dan ngurek di Batubulan, kalau tidak salah dengan mode lama.

10. Foto Pura di Danau Beratan, meru juga masih berbentuk runcing. Warna bunga milu-milu kuning tampak mencolok dalam foto ini.

11. Kesenian Cak dengan banyak obor dan terlihat rangda dengan sedikit bulu berada di tengah.



Dan banyak lagi :

muking ini foto-foto tahun 80-90an, di zaman itu kayaknya foto Bali lagi naik daun.



catatan 28 mei 2013

Pemimpin yang Jujur

Yup... Suka dengan Bapak Rai Mantra,



Ketika kampanye Pilkada Denpasar beberapa tahun lalu Rai Mantra juga menyatakan pada masa menjadi Walikota juga belum bisa menyelesaikan masalah sampah.



Saya suka dengan gaya pemimpin yang jujur seperti ini. Walaupun selama ini saya lihat daerah ini bersih-bersih saja entah masalah sampahnya dimana saya juga kurang tahu.



catatan 10 April 2012

Yadnya

Yup... Kadang saya sendiri ssebagai orang Bali merasa heran melihat yadnya di Bali. Mengapa orang Bali menghabisakan begitu banyak uangnya untuk yadnya? Tidak peduli miskin atau kaya yandnya selalu dipersembahkan kepada Tuhan. Mungkin suatu kebanggaan tersendiri bisa memberikan yang terbaik dan maksimal untuk yadnya.



Catatan 3 Desember 2010

Bahasa Bali yang "Cepat"

Yup... Seiring perkembangan mungkin Bahasa Bali sekarang jarang dipakai terutama oleh generasi muda. Hal ini bisa dimaklumi karena pergaluanya tidak memakai itu lagi. Dan yang lebih aneh lagi walau pun banyak orang yang menggunakan komunikasi dengan bahasa daerah ini, banyak sekali terjadi pemenggalan kata. Bahasa Bali yang "cepat" dan simpel juga sering bermunculan dalam percakapan keseharian. Beberapa contoh pemenggalan kata bisa dilihat seperti ini :



1 Ba = Suba, Iba

2 Dik = Bedik

3 Dus = Kardus

4 Ija = Kija, Dija

5 Kar = Lakar

6 Mal = Mael

7 Melalung = Melah lan Luwung

8 Nang = Nanang

9 Sap = Engsap

10 Sing = Tusing

11 Ti = Gati

12 Tiang = Titiang



Semua kata disingkat, mungkin saja agar lebih efesien untuk berbicara karena ngomong juga perlu energi. Cukup disayangkan juga kalau ada yang menggunakan penggalan kata ini tanpa tahu kata utuhnya seperti apa. Kekeliruan ini mungkin saja karena dibeberapa tempat menggunakan dialek berbeda, maksud dan tujuanya yang benar. Kalau di sesama pengguna ini dimungkinkan itu menjadi benar. Seperti contoh:



Ker ija? = .... kija? (Keliru)

Kar ija? = Lakar kija? (Lebih Tepat)



Hal-hal seperti ini sering terjadi dalam kehidupan seharian kita, tapi maksud dan tujuanya akan sama. Tentunya kita tidak harus menyalahkan siapa-siapa. Bukankan komunikasi adalah bisa saling mengerti sesama walau pun hanya dengan gerak tubuh, morse atau sandi.



Mari kita cari tahu lagi, pemotongan kata dan kata utuhnya!



Catatan 25 Mei 2013

Sekar Jagat

Yup... Seorang ahli biologi muda sedang meneliti tentang taman di seluruh dunia beberapa tahun belakangan ini. Berbagai keindahan bentuk taman mulai dari bunga dan cara menampilkan kemegahanya di tampilkan di berbagai negara. Beberapa negara yang konon memiliki peradaban dan keindahan alamnya dia kunjungi.

Di Belanda dia terkagum-kagum melihat keindahan taman dengan hamparan bunga tulip sejauh dipandang terasa sangat sejuk dan penuh dengan warna serasa di surga. Jepang juga menjadi salah satu kunjunganya, taman dengan bangunan tradisional dengan hiasan bunga sakura membuat dia melayang dan terasa betah dan seakan tak mau pergi dari tempat ini. Dubai negeri yang sedang di puncak jaya ini juga memiliki kehebatan dengan pembuatan taman yang sangat canggih bahkan mereka bisa menanam bunga-bunga di beton untuk menghiasi gedung-gedung pencakar langitnya.

Semua tempat terindah di dunia sudah dikunjungi ahli muda ini termasuk di Amerika, Inggris, Skotlandia dan beberapa negara lain di belahan dunia ini melalui refrensi ahli-ahli sebelumnya. Sebelum dia mengakhiri penelitiannya, seseorang memberitahunya bahwa banyak ahli sebelumnya mengagumi keindahan taman yang ada di Bali. Bahkan mereka perlu waktu lebih untuk penelitiannya.

Sampai di Bali ahli muda ini mulai bingung, dia tidak melihat keindahan apa pun di taman-taman yang ada di sana. Dia pun mulai berkeliling dan mencari keindahan yang dikatakan ahli-ahli sebelumnya. Sebaliknya dia hanya melihat beberapa tanaman di halaman rumah penduduk yang hampir tidak ada bunganya dan daun-daunya pun hampir habis.

Dan dia mulai tahu inilah taman dengan isinya terbaik di seluruh dunia. Mari kita cari tahu kenapa!



CAtatan 30 April 2014

Rangkuman Komentar Foto

Yup... Ada kalanya kita membaca komentar-komentar yang ada di foto yang kita unggah di jejaring sosial. Berbagai komentar dan berbagai kepentingan akan ada di sana. Memuji, ironi atau hanya sekadar iseng saja. Beberapa rangkuman seperti komentar "Top Markotop" sering dijumpai dalam beberapa foto-foto terunggah.Menurut teman, komentar semacam ini disebabkan karena sang penulis segan, takut menyingung bahkan tidak mau dianggap lebih pintar dari pemilik foto.


Penggunaan bahasa serapan atau pun bahasa-bahasa yang tidak terbiasa juga kerap muncul dalam hal ini. Mulai dari bersifat kedaerahan, nasional dan juga mancanegara hadir dalam komentar. 'Nyakcak' (serupa 'nendang'/hebat) dalam bahasa daerah, ‘cetar membahana’ (keseringan nonton acara 'penemu bakat' di tv), dan juga 'like this' (suka) dalam bahasa mancanegara. Semacam fenomena, semua ini mungkin sudah terjadi dari dahulu, dengan semaraknya jejaring sosial maka saat ini menjadi begitu 'booming' di kalangan para pengomentar foto.


Berbagai alasan dan mungkin kesenangan dari pemilik dan juga komentator. Beberapa pemilik foto juga akan teramat senang karena fotonya sudah dikomentari atau pun di-like (suka) oleh beberapa rekannya apalagi jika yang dianggapnya lebih senior (lebih hebat darinya). Kerap kali mereka meminta dengan cara meng-inbox atau pun chatting hanya untuk menyuruh meng-like dan kometar di fotonya. Dan beberapa hal yang mungkin lebih gila lagi dengan menggunakan program automatis agar dapat like bejibun.


Masukan rangkuman komentar dari beberapa teman :


Daerah :

1. Singajak-ngajak ( Sayang saya tidak diajak)

2. Gros (Serasa seperti nyruput kopi/bagus)

3. Kanguang anggon di desa (Lumayan untuk di desa)

4. Pang ade anggon magerosan (Layak, supaya bisa makan)

5. Slep-slep (Ketagihan)

6. Ne mara ja (Ini baru foto)

7. Mimih (Heran)

8. Melah lan lung (Indah dan bagus/homofon ‘telanjang’/ungkapan)

9. Macedar (Meledak kecil)

10. Makelpug (Meledak besar)

11. Pang nyidang tidur gris-gris (Supaya bisa tidur lelap)

12. Beh keto gen tiang masih taen moto (Saya juga bisa/meremehkan)

13. Da papasa (Jangan dihadang/nanti tabrakan/bagus)

14. Suhu (Senior)

15. Nyakcak (‘nenadang’/bagus)

16. Becik pisan niki (Ini bagus/dengan bahasa alus)

17. Dll


Nasional :

1. Top markotop (Top=merk oli, waper, dll)

2. Cetar membahana (Kebanyakan nonton ‘penemu bakat’)

3. Jempol

4. Juara

5. Idola

6. Mantab

7. Dramatis

8. Maknyos

9. Luar biasa

10. Jos gados

11. Kagak nahan

12. Master

13. Sungkem

14. Masih perlu banyak belajar

15. Mohon bimbingannya

16. Dll


Internasional:

1. Nice soot

2. Good job

3. Outstanding

4. Wonderful

5. Dll


Semua ini terjadi saat ini dan mungkin akan selalu berubah sesuai dengan perkembangannya, tidak hanya foto komentar pun memiliki masa-masa. Semua adalah perubahan, dari dahulu beberapa orang mengangap foto hanya untuk dokumentasi kenangan, lain dengan sekarang semua orang sudah memiliki berbagai sudut pandang tentang foto itu sendiri. Komentar foto sangat penting, jika Anda menganggap begitu bahkan sebaliknya.


Salah satu foto yanng diunggah di jejaring sosial

catatan 20 April 2013

Memperbaiki foto

Yup... Dengan adanya pengolahan foto secara digital, orang-orang bisa meperbaiki foto-foto yang dianggap kurang.



# mengubah foto yang hitam putih menjadi warna

# memperbaiki foto yang rusak akibat, baik terpotong atau lainya.



Tentunya dengan lebih banyak beljar sejarahnya foto itu.

Jangan samapi ;



# foto dulu menggunakan baju dengan warna hijau, diubah secara digital menjadi merah atau sebagainya.

# foto wajah yang dulu ada lesung pipinya setelah diperbaiki menjadi hilang.



Tentukanya lebih banyak memperbaiki foto akan sangat berguna daripada merusak foto.



Untuk saat ini apa yang Anda lakukan,

Apakah merusak foto atau memberbaiki foto Anda.


Foto masih hitamm putih


Foto setelah diwarna

catatan 29 Maret 2012

Rahasia Bunga Itu

Yup... Entah apa kenikmatan bunga itu?

Seorang teman mengajarkan sesuatu hal tentang bunga secara tidak langsung.

Saya pertama melihat begitu biasa ketika dia membeli bunga, tapi tidak ketika teman lain menunjukan sesuatu yang beda. Baru saya perhatikan hari-harinya selalu penuh dengan bunga.

Setiap hari dia selalu membeli bunga khususnya bunga kamboja (bunga jepun kalau di bali), bunga kenanga (bunga sandat, Bali) dan bunga cempaka. Dan hampir seluruh uangnya dibelikan bunga itu. Padahal saya berpikir apa sih itu? Paling bunga itu sudah mulai busuk untuk satu hari atau selanjutnya. Saya mulai memberanikan diri untuk menanyakannya. Kenapa sih begitu? Dan dia mulai menjawabnya, jika kamu ingin tahu kamu harus melakukan hal yang sama.



Jika Anda menginginkan jawabanya, gunakanlan bunga-bunga ini dalam kehidupan Anda. Apa yang terjadi setelah seminggu, sebulan atau setahun dan selanjutnya? Hanya Anda yang akan mengetahuinya.



Catatan 30 Januari 2012

Foto Tak Terhayalkan

Yup... Wah... baru kemarin malam saya melihat kehebatan foto kaya itu.

Tidak pernah saya lihat dimanapun sebelumnya dan tak terbayangkan, seni memang tidak terbatas.

Ditawar $ 5,000 tidak dilepas!!!

Maju terus fotografi Bali khususnya.

Ingin lagi merasakan kehabatan-kehebatan foto.

Yang tidak pernah terbayang sebelumnya, bahkan sampai batas hayal.Setelah kemarin (5 okt 2011) praktek langsung ke lapangan untuk jeprat-jepret,Di salah satu sudut desa di Bali dan saya cukup yakin dengan foto yang saya dapat.Di sana banyak belajar tentang interaksi komunikasi dan sebagainya.Senior : Bagus-bagus kan?Saya : Wah bagus sekali, tempatnya indah sekali. Saya juga sangat suka dengan foto-foto yang saya dapatkan.Senior : Ya potret saja terus, cari yang bagus-bagus.Penerimaan warga sangat sopan dan ramah, kopi hangat daerah setempat pun terhidang.

Setelah selesai praktek akhirnya kembali ke tempat teori di malam hari, menempuh jarak lebih dari satu jam.Di tempat teori, dikasi masukan (baca : pengisian otak) sekitar sejam.Dan ditunjukan hasil-hasil senior yang sudah dalam pengemasan.Dan saya menyebutnya "Foto tak terhayalkan"_____________________________________________________________Hanya bisa geleng-geleng.Foto yang baru saya lihat kemain, tak ada referensi sebelumnya.Hidup fotografi Bali khususnya.



catatan 6 oktober 2012