Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Beda saat Odalan

Yup... Perkembangan zaman membuat beberapa hal menjadi berubah dan tentunya jua ada tradisi yang selalu dipertahankan. Perubahan yang membuat perbedaan ini tentu akan terlihat dan kita rasakan menarik. Khususnya saat odalan, upacara di pura-pura khususnya banyak yang terkesan beda baik dipandang dari zaman-ke zaman maupun dilihat dari kehidupan sehari-hari saat belum adanya odalan.



Beberapa perbedaan itu seperti :





1. Warga menggunakan pakaian istimewa, ibu-ibu PKK dengan modisnya dan tidak kalah di masa ini para pria dengan baju logo harley Davison.

2. Terlihat sarana upakara, payung, penjor dan lainnya.



3. Banyak pedagang-pedagang, tenda biru, dakocan, sate languan, sosis-bakso

4. Banyak ada tukang potrek/fotografer.

5. Para penari, dengan senyumnya.

6. Permainan sepirit, bola adil, tajen (hiburan).

7. Suasana terasa tenang dari hari biasanya.

8. Banyak orang berubah menjadi cantik/ganteng. (sebuah fenomena)

9. Ada pecalang, penjaga ketertiban

10. Suasana lebih rame

11. Banyak lungsu…

Mitos yang Menjadi Kearifan Lokal Bali

Yup... Begitu banyak mitos yang sudah menjadi kearifan lokal di Bali. Tentunya beberapa daerah di Bali memilikinya, begitu banyak, berbeda tapi memiliki kemiripan di beberapa sisinya. Ini sangat dipercaya sebagai acuan untuk berbuat agar perjalanan kehidupan bisa lancar tanpa halangan. Juga lebih bersifat memberikan keuntungan dan kemujuran bagi yang mau taat melakukanya, menghidarkan diri dari malapetaka.



Enta karena kurangnya wawasan mengenai mitos ini, kebanyakan orang enggan untuk mempercayainya kalau belum mereka mengalaminya sendiri. Semisal kesakitan menahun atau sebagainya dan dapat disembuhkan dengan cara yang tidak masuk akal. Atau karena memang ketidaktahuan.



Banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan menjadikan mitos ini mulai terkubur. Mereka yang merasa diri lebih moderen menganggap itu sebagai hal yang kuno dan tidak ada nilai kebenarannya. Tapi bukankah sebaliknya pendidikan sebenarnya yang harusnya memecahkan hal ini secara ilmiah. Bukan malah memojokkan hal yang …

Pedagang Lugu

Yup... Membeli jagung rebus di pedagang lapak makanan kecil saat motret di desa. Terlihat beberapa dagangan ala kacang, semangka, kedelai, ubi dan lainnya dengan harga seribu dan dua ribuan. Keanehan terlihat ketika saya melihat pedagang menaruh uangnya secara rapi di lapak bertumpuk terpilah dua ribuan, lima ribuan dan sepuluh ribuan.



Dengan harga dua ribu saya menyerahkan uang sepuluh ribuan. Pedagang memberi uang kembali lima ribuan dan dua ribuan, dia bilang tidak ada lagi seribu atau kurang seribu dan saya bisa mengambil makanan yang lainya sebagai penukar kembaliannya. Saya menunjuk yang seharga dua ribu, pedagang berkata ya ambil saja tidak kenapa.



Pertama saya mengira ini adalah trik dagang, karena saya lihat dia punya banyak uang dua ribuan, tapi berpikir mengapa mau rugi seribu? Sambil makan saya duduk berdekatan dengan pedagang sambli ngobrol dan terkesan dia sangat polos atau bisa dikatakan lugu kalau menurut saya.



Dari kesimpulan saat berbincang yang saya dapat adalah unt…

Peran Fotografi untuk Bali

Yup... Perkembangan fotografi di Bali dewasa ini cukup meledak. Dengan mudahnya teknologi yang diberikan oleh pendor-pendor penyedia jasa fotografi itu sendiri. Dari kamera sekarang yang dianggap lebih murah tentunya dengan biaya oprasional yang mungkin sangat minim sekali. Berbagi penyedia jasa foto yang semakin mudah dijumpai di sekeliling sehingga tadak merepotkan orang dengan kebutuhan akan foto.



Tentunya perkembangan foto ini akan sangat berperan bagi Bali khusunya, seperti di bawah ini:



1. Sebagai media dokumentasi.

2. Donatur bagi spot-spot (tempatmotret yang bagus) foto.

3. Kritik foto yang membangun.

4. Merekam momen-momen penting di Bali.

5. Membuat harga air mineral naik. Kalau bawa kamera belia air mineral tanggung jadi 5rb dengan harga normal 3rb.

6. Jembatan informasi media visual terkait budaya, lingkungan dan alam sekitar termasuk manusianya sendiri, banyak teman dan musuh, teknologi digital mulai berkembang pesat.

7. Pasar strategis bagi Bali, sehingga menumbuh kemban…

Ah... Beda Maksudnya!

Yup... Ternyata di Bali juga mengenal beberapa kalimat yang dipakai dengan maksud dan tujuan yang berbeda. Kalimat-kalimat ini biasa dipakai untuk beberapa kepentingan seperti berhumor, sanjungan, sindiran dan sebagainya. Beberapa juga digunakan untuk menyatakan tingkah laku yang dianggap berbeda bagi sebagian orang.Biasanya diucapkan dalam kalimat pendek dua sampai tiga kata.



Beberapa contohnya antara lain :



1. Mecik Manggis = Rasa Hormat

2. Nigtig Tangkah = Berani, Menantang lawan

3. Panes Basangé = Marah

4. Layah Basangé = lapar

5. Dangin/dauh/dajan/delod Tukad = Di luar desa

7. Bungan natah = nak jegeg ngijeng jumah

8. Bungut gebuh = omong kosong

9. Paid bangkung = Dilarikan Cewek/perkawinan

10. Nyuun/negen bebek = udah capek, dapat omelan n di berakin lagi

11. Akijapan matan barong = Lama

12. Ketog semprong= bubar

13. Nyuwun kasur = rugi

14. Tuak labuh= mengungkit masa lalu



Dan banyak lagi yang lain. Jadi sebaiknya mulai berhati-hati mendengar ucapan-ucapan seperti ini!

Ada yang Hilang di Bali

Yup... Konon di Bali sudah banyak yang hilang. Ah... siapa bilang? Apa itu cuma perasaan kita saja. Tapi mungkin saja, namanya juga perkembangan tentunya ada perubahan ada yang baru dan juga yang hilang. Beberapa hal yang mungkin sekarang sudah jarang kita jumpai di Bali. Beberapa hal itu adalah :



1. Nak lingsir nganggo tungked di rurungé. Miriban jelemané jani liunan suba mati sakondén tua.



2. Luh-luh nganggo siot, jani liunan nak luh nganggo jalér cara nak muani.



3. Liu woh-wohané mentik di teba, jani tebané suba ebet.



4. Yén pidan luh-luhé magandéng negak nyamping, yén jani ningkang.



5. Ngidih api/baa mékén mapunpunan, jani liunan suba nganggo kompor.



6. Pidan nak muani ngalih nak luh, jani luhluhé malali sik né muani.



7. Nak maturan nyuun gebogan/prani tegeh-tegeh, jani paling banter ngaba keben, canang sari liunan nak ngaba kamera ajak hp.



8. Nak ngorta nganggon basa Bali, liunan nganggo basa campuran misi basa Bali misi basa Indonesia.



9. Jani nak luh-luh subo liu ane matato, si…

Istilah Fotografi di Bali

Yup... Berbicara tentang fotografi tentunya sangat banyak dan tak ada habisnnya. Kali ini akan dicari lebih spesifik lagi yaitu istilah-istilah fotografi yang ada di Bali.



Beberapa istilah ini mungkin sedikit orang tahu dikarenakan muncul sebelum pengetahuan fotografi dipelajari oleh banyak orang seperti saat ini. Beberapa istilah itu seperti :



1 Adrek = cetak

2 ASA = ISO

3 Batu rai = batre

4 Corong = lensa, Nele

5 Klisén = film rol

6 Kodak = kamera

7 Lampu kebyah = blitz / flash

8 Mapas matan ai = melawan sinar

9 Motrék = memfoto

10 Nyungnyung = memotrek antusiasme tinggi

11 Panglecékan=shutter

12 Potrékan = hasil foto

13 Puwun = foto terbakar

14 Tipi = Layar Lcd

15 Tukang Potrék = fotografer

16 Tustél = kamera

17 Uleng = menjuju

Kekeliruan Memakai Kata

Yup... Saat ini mulai sering didengar kata-kata yang dianggap keliru saat dipakai untuk berbicara khususnya di Bali. Seperti untuk menyebutkan benda-benda yang berbeda hanya dipakai dengan satu kata yang sama.



Pengetahunan dan wawasan itu kebanyakan karena kata tersebut sudah jarang dipakai saat ini. Hal lain juga disebabkan oleh yang bersangkutan tidak berada di bidang tersebut. Perubahan pola kehidupan warga juga menjadi salah satu semakin jarangnya kata-kata tersebut dipakai.



Sebagai contoh dahulu kehidupan warga di Bali kebanyakan hidup di sektor pertanian sehingga banyak sekali kata-kata penyebutan benda dengan kata berbeda juga. Sekarang tentunya kata tersebut menjadi berkurang karena warga kebanyakan bekerjja di sektor pariwisata.



Beberapa kata-kata tersebut adalah :



1 Pesan = terbuat dari daging, dibakar

Tum = terbuat dari sayur, dikukus



2 Udud = cangkul

Tambah = bentuk kaya garpu

Serampang, kejeng, = cangkul



3 Matekap

Ngelampit

Nengg…

Kata-kata jadi Beda

Yup... Entah kenapa beberapa kata bali bisa beda, kemungkinan besar karena dialek dari beberapa tempat yang berbeda. Tetapi tetap dimengerti dan dipahami saat dikeluarkan dalam percakapan.



Entah disengaja atau tidak, semua itu sudah berkembang di masyarakat sampai sudah menjadi kebiasaan dan tidak mau lagi menggunakan kata sebenarnya. Beberapa contoh kata-katanya adalah :



Tahu = Taku

Coklat = barak

Pelung = gadang

Kentang = Sentang

Bakso = Bakwan

yamaha = honda

Denpasar = Badung

Sulawesi, Kalimantan, Sumatra = Jawa



catatan 29 november 2013

Kata Bali Tergantikan

Yup... Perkembangan zaman menuntut perubahan, tidak hanya orang menjadi tambah dewasa. Mode busana yang selalu terbaru begitu juga kata-kata Bali yang juga banyak ditingalkan dan digantikan dengan kata-kata yang dianggap lebih mumpuni saat sekarang ini.



Setidaknya beberapa kata tersebut perlu juga kita ketahui apa yang dipakai pada zaman dahulunya sampai bisa berubah sampai saat ini. Beberapa kata di bawah adalah sebagai contohnya.



1 Bélék = kelopok

2 Capil = Topong

3 Cawet = Cd

4 Cékot = Sinduk

5 Cerik = handuk

6 Colok =Korek

7 Damar = lampu

8 Dampar = Kursi

9 Geros = nyedot

10 Jaler = Celana

11 Jelanan = pintu

12 Kasut = kaos kaki

13 Keper = roda

14 Kerbik = senter

15 Kéwala = Tapi

16 Kori = Angkul-angkul

17 Langsé = korden

18 Lodék = Rujak

19 Lumur = Gelas

20 Monot = Daki

21 Morong = Ketel

22 Ongkeb = Kebus

23 Pasih = pantai

24 Pinggan = piring

25 Pucung = botol

26 Rurung = jalan

27 Séh = Salin / masal…

Bentuk-bentuk Patulangan Ngaben

Yup... Berbagai jenis patulangan (tatulangan) yang digunakan dalam setiap pangabenan di Bali. Patulangan ini biasanya berbentuk binatang dan difungsikan untuk membakar jenasah. Konon jenis-jenis binatang ini digunakan sebagai pengantar roh alam niskala (tanah wayah).

Konon bentuk-bentuk patulangan yang dipakai menurut wangsa dan juga daerah tempat kerja selama di dunia. Layaknya nelayan yang memakai patulangan ikan, petani yang memakai kerbau dan sebagainya. Semua kemudian diterapkan seni masing-masing.


Bangkal berbadan ikan


Singa


Tabla


Singa bersayap merah


Singa Kuning


Singa Hitam


Naga Kaang


Macan


Lembu sing materas (tanpa kepala)


Lembu putih


Lembu hitam


Sudang-sudangan (Ikan)


Gajah Mina


Gajah Mina Hijau


Bangkal

catatan 10 September 2013

Satu Kata Banyak Makna

Yup... Salah mengartikan tentunya akan berdampak beda bagi yang mendengarkan. Begitu juga dengan kata-kata yang di dengar setiap hari. Dalam Bahasa Bali juga dikenal dengan kerangkapan arti dalam satu kata. Hal ini lebih dikenal dengan istilah Homonim. Homonim merupakan penulisan dan pengucapan yang sama tetapi dengan arti yang berbeda. Abigu dalam memaknai kata akan membuat kesalahan yang mungkin berakibat fatal.



Di bawah ini ada beberapa contoh kata-kata dalam bahasa Bali yang terkadang menimbulkan berbagai arti tergantung dengan kalimat pengikut, situasi maupun daerahnya :



1 Adéng = taluh = lambat/pelan

2 Aji = Ayah = berapa

3 Alas = tatakan = bet (hutan)

4 Ambeng = daun ilalang = halangan/hambatan

5 Ambu = awan = mabo

6 Arah = sing nyak = matan angin

7 Asta = 8 = ukuran

8 Bajang-bajang = sekaa truni = rumput

9 Barong = tapakan ida sesuhunan = bersama-sama (logat nusa penida)

10 Basa = bumbu masakan = bahasa

11 Bataran = Tuhan = teras, amben

12 …

Ungkapan Berbahasa Bali

Yup... Ungkapan-ungkapan atau pun kata dengan menggunakan bahasa Bali dengan kesan artinya disembunyikan sudah jarang kita dengarkan di masa kini. " Li la li lu li la li deng..." adalah salah satu ungkapan dahulu yang sering diucapkan untuk mengejek, bercanda atau pun lainnya. Mungkin karena dianggap kuno atau tabu istilah-istilah semacam ini mulai ditinggalkan dan digantikan dengan istilah-istilah barat/luar negeri.



Bukan untuk bermaksud mengejek ataupun bersikap porno cuma inggin menggali dan mengingatkan saja. Beberapa istilah mungkin berbeda-beda dari setiap daerah yang ada di Bali. Adapun istilah-istilah itu adalah :



1. Li la li lu li la li deng

2. Tilulit coblong pamor

3. Luh-luh tulukin apine siap Bline suba menang!

4. Brong brong tut si tembak raja tuan



Wah-wah ternyata ada-ada saja istilah seperti ini ya.



catatan 13 Agustus 2013

Permainan Tradisional Bali

Yup... Bali ternyata memiliki berbagai permainan tradisional. Kebanyakan permainan ini dilakukan saat orang masih anak-anak. Di setiap daerah di Bali ini mungkin saja memiliki permainan yang unik. Di bawah ini ada beberap jenis permainan yang ada di Bali.



Bola adil

Bola digelindingakan ke papan yang sudah ada gambarnya.

Di setiap gambar teradpat sedikit cekungan. Di mana bola berhenti berarti itulah gambar yang menang.



Ceki

Permainan dengan menggunakan kartu ceki di beberapa tempat kartu ini juga biasa disebut dengan sampian.

Beberapa jenis permainan bisa dilakukan dengan kartu ceki ini.



Cepetan

Permainan yang dilakukan oleh dua orang.

Siapa yang bisa lebih dahulu menyentuh kepala atau kaki, itulah pemenangnya. Lawan bisa menangkis saat musuh mulai mengarahkan tangannya ke arah kepala atau kaki.



Cingklak

Permainan ini menggunakan sarana batu krikil dan bantuan satu tangan.

Satu batu dilempar keatas dengan satu tangan, tanggan yang melempar langsung mengambil batu yang berserakan seba…

Simbol Sakral Jangan Diremehkan!

Yup... Sungguh disayangkan belakangan ini banyak terlihat foto-foto sakral yang dibuat aneh-aneh. Beberapa terlihat tapakan Rangda, Gelungan, Barong, Pretima yang begitu dianggap sakral oleh warga Bali diedit (olah digital) menjadi sesuatu kurang enak dipandang. Hal ini menimbulkan kekecewaan bagi beberapa orang, terutama "penyungsung" tapakan tersebut. Seakan-akan tapakan ini begitu dianggap remeh bagi mereka dan serasa sebagai hal biasa bahkan permainan saja.



Apa masih pura-pura lupa dengan kasus, "foto canang sari dengan bola golf"? Apa masih pura-pura tidak ingat dengan, "simbol suastika yang di foto di cermin"? Apa masi belaga bego dengan "mengubah warna foto, sehingga warna bendera kita tidak merah putih lagi"? Semua hal-hal tersebut mulanya adalah pelajaran penting bagi kita semua. Tapi kenyataanya hal itu terus atau mungkin bisa dianggap rutin dilakukan kesalahan.



Beberapa kejadian terakir ini juga beberapa orang sempat saya tegur tapi t…

Bagaimana Foto yang Benar?

Yup... Melihat foto pemandangan yang sangat dramatis dengan langit seakan terbakar oleh embun-embun berwarna merah api dan air laut selembut putihnya kapas. Beberapa dari kita mungkin akan mengatakan foto itu sangat indah dan sebagianya mungkin heran dimana ada alam seperti itu dan ingin melihatnya.



Kali ini ada bahasan dan pendapat tentang foto benar, bukan foto bagus ya! Tentunya dapat didefinisikan dengan foto itu jujur apa adanya dan tidak mengolok-olok pemirsanya. Dan seakan-akan foto benar itu apa yang dilihatnya tersaji sama dengan apa yang ada di foto.



Kenyataan yang terjadi bahwa tidak semua kamera dari seorang fotografer yang bisa menangkap hal apa yang dilihatnya menjadi foto yang dimaksud. Contoh : ketika 2 orang motret suatu benda yang berkilauan dengan warna warni yang satu fotografer dengan kamera murahan dan satunya termasuk kamera dengan harga di atas langit. Setelah diperlihatkan tentunya dengan kamera super mahal menampilkan foto dengan serupa apa yang dilihat mata …

Kaos Gaul

Yup... Baju kaos (t-shirt) dari zaman ke zaman memang tidak pernah ada matinya. Ilustrasi tuangan ide sering terdapat pada baju ini dengan penuh warna. Pemakai kaos ini biasanya begitu terlihat beda saat menggunakannya, merk yang berkelas dan bisa ditentukan seberapa mahal yang dia pakai. Dengan ilustrasi tulisan tribal, relief dan juga tokoh-tokoh komik dan satria sangat digemari.



Tapi jangan salah, sekarang istilah-istilah dengan menggunakan bahasa Bali ini mulai marak terutama di baju-baju dengan menggunakan jenis huruf kapital tebal. Kaos warna hitam dengan tulisan ukuran besar di punggung dengan warna solid putih begitu sangat digemari saat ini. Hal ini mulai jadi menarik bukan karena bajunya yang keren dan mahal tapi dilihat seberapa berpengaruh tulisan yang ada di kaos terhadap yang membacanya. Mulai dari kalimat-kalimat tindasan, mabok, patah hati dan banyak lagi lainnya.



Kreatif, mungkin ini kata yang lebih tepat untuk menggambarkan kalimat-kalimat tulis yang ada di kaos ters…

Foto ROL

Yup... Berawal dari pertemuan dengan seorang pelukis (bukan seniman), dia menyampaikan demikian karena belum sepenuhnya bisa melukis dengan seni melainkan sekarang masih berdasarkan komesial dan uang tentunya. Bercerita tentang pelukis-pelukis luar negeri yang tinggal di Balilah yang sangat berperan dalam perkembangan seni visual di daerah Bali khususnya. Antara lain Le Mayeur, Walter Spies, Antonio Blanco, Rudolf Bonnet dan banyak lagi pelukis hebat lain.



Semua pelukis itu memiliki ketertarikan dengan Bali, tentunya lukisan-lukisan mereka sudah terkenal seantero jagat. Salah satu adalah gaya lukisan Walter Spies tentang alam Bali, suasana alam Bali di pagi hari dengan embun-embun yang terbakar menjadi asap-asap di sela nyiur dengan aktifitas masyarakatnya dan ini juga salah satunya cukup menarik sampai saat ini. Pemandangan alam Bali dengan asap dan siluet mungkin banyak kita jumpai sekarang di seni foto. Dengan dunia fotografi gaya seni seperti ini sering diistilahkan dengan ROL (Ra…

Ciri-ciri Foto Hebat

Yup... Kita tentu sering melihat foto-foto setiap harinya. Mulai dari album foto dirumah, foto-foto baliho di jalanan dan mungkin tak terhitung jumlahnya yang ada di internet. Dari semua foto yang kita lihat tentu beberapanya selalu bisa kita ingat dan memberi kenangan bagi diri. Ah!!! mungkin itulah yang menjadi foto yang hebat menurut kita.



Tentunya setiap orang memiliki pandangan terhadap foto. Mungkin satu foto kalau dilihat ramai-ramai semua orang memiliki komentar yang berbeda. Jadi bisakah foto yang disebut "hebat" itu distandarkan, atau ada aturanlah yang memberikan gambaran bahwa ini hebat itu tidak. Beberapa teman memberikan pandangan tentang apa itu foto hebat :



1. Terjual dengan harga mahal (mahal berapa rupiah ya?)

2. Sulit untuk mendapatkan fotonya, mungkin disebut foto langka.

3. Foto dengan momen tak terduga, mungkin maksudnya pas motret tidak sengaja eh.. dapat momen bagus.

4. Banyak yang suka dan berkomentar bagus.

5. Yang motret tidak sombong.

6. Foto berb…

Jangan Potret !

Yup... Mungkin teguran untuk motret sesuatu sering kita alami, salah satunya motret benda sakral atau pun lainnya. Izin dari berbagai kepentingan orang sangat jamak dan berbeda. Mungkin terlalu banyak pesoalan yang kemudian akan menjadi perkara di kemudian hari membuat foto akan sangat bermasalah. Dikeluhkan atau diketahui beberapa rahasia tentangnya akan membuat kegaduhan malah berakibat fatal bagi ketenteraman bagi semua pihak.



Beberapa alasan untuk jangan motret kadang bisa dimaklumi oleh fotografer dan juga menjadi pertentangan hebat. Keingintahuan sang pengambil gambar menjadi lebih bergairah untuk mendapatkan foto bersangkutan. Dalam hal ini tentu sangat disayangkan sekali, jika bisa merugikan salah satu atau kedua pihak.



Beberapa alasan sesuatu tidak boleh atau tidak bisa dipotret :



1. Mungkin benda bertuah atau sakral.

2. Motret harus bayar, tidak mampu bayar.

3. Sebagai orang lokal dipersulit untuk motret, daya remeh untuk orang lokal kalau asing oke sajalah.

4. Ada orang yan…

Dampak Perkembangan Fotografi Bali

Yup... Perkembangan fotografi Bali memang sangat meroket akhir-akhir ini. berbagai jenis foto bisa ditemukan sekarang mulai dari foto-foto pemandangan, budaya, benda-benda kecil, pernikahan, bangunan dan banyak lagi lainnya. Tidak hanya para fotografer profesional melakukan kegiatan ini bahkan orang-orang awam pun juga rutin menjepret. Dan beberapa orang dari mereka juga membawa kamera-kamera yang terbilang mahal.



Tentunya banyak keuntungan dan kerugian ditimbulkan bagi Bali itu sendiri.

Beberapa keuntungan dan kerugianya bisa dilihat di bawah ini :



Keuntungan :

1. Bisnis penjual kamera dan jasa fotografi jadi ramai.

2. Bisa banyak buka lapangan kerja, lebih banyak usaha fotografi lokal.

3. Kemampuan foto bisa membuat dikerubuti model-model baik cewek maupun cowok.

4. Foto-foto tentang Bali banyak beredar, promosi gratis bagi Bali.

5. Objek wisata ramai dikunjungi para tukang foto.

6. Sesama fotografer bisa saling berbagi ilmu.



Kerugian :

1. Anak-anak yang minta kamera mahal, yang mur…

Foto-foto Bali yang Klise

Yup... Memang tidak dipungkiri begitu banyak foto Bali yang sudah ada dari zaman dahulu. Semua tentang Bali terekam dalam banyaknya foto mulai dari tercetak dan dewasa ini begitu berkembang di media elektronik salah satunya internet. Wah, semua orang tentu tidak asing lagi dengan Bali dari semua sudut, budaya dan segala sesuatu bisa diketahui dari berbagai belahan dunia ini.



Dari berbagai foto-foto yang muncul sebelumnya banyak memberi inspirasi bagi para orang untuk mulai memotret sekarang. Keindahan, keunikan maupun eksotik Bali menyedot untuk mereka mencoba dan bahkan menekuni dunia jepret-menjepret ini. Entah ingin mencontek atau muncul dari ide sendiri banyaknya foto tentang pulau dewata ini tentu akan menghasilkan foto-foto yang bersifat pelulangan atau biasa disebut dengan 'klise'.



Tentunya jika diperhatikan dari tahun-ketahun foto-foto masih bernuansa sama. Contoh : foto para petani dengan latar belakang pegunungan atau foto penari dengan lirikan mata, lentik jari dan …

Cara Menampilkan Foto Fullscreen FB

Yup... Belakangan ini saya akan menampilkan foto-foto saya dalam ukuran fullscreen (layar penuh/full HD) di facebook ini demi kenyamanan untuk dinikmati. Foto akan sangat baik dilihat dalam ukuran layar 23 inci atau dengan resolusi yang lebih kecil.



Cara untuk menikmatinya bisa diikuti langkah berikut :



1. Bukalah foto yang ada di facebook, lalu akan muncul gambar seperti ini. Klik pojok kanan atas foto.





Klik tanda yang ditunjuk dengan warna panah merah.Klik tanda yang ditunjuk dengan warna panah merah.





2.Lalu akan muncul seperti gambar ini, dan klik lagi pojok kanan atas foto untuk menampilkan foto dalam ukuran fullscreen.





Klik tanda yang ditunjuk dengan warna panah merah.Klik tanda yang ditunjuk dengan warna panah merah.





3. Lalu foto akan tampil secara fullscreen, seperti dibawah ini. Anda bisa klik di kanan foto '>' untuk foto selanjutnya dan klik bagian kiri foto '





Terliihat foto dalam mode fullscreen.Terliihat foto dalam mode fullscreen.


Terima kasih atas perhatian…

Keterangan Foto Keliru

Yup... Hati-hati untuk mengisi atau mengertikan keterangan foto, jangan sampai maksud kita tidak sesuai dengan pengertian pembaca.



Contoh :

1. Upacara melasti di pantai ini bertujuan untuk pembersihan dan penyucian.

* Mungkin yang kita maksud penyucian adalah "suci"

* Pembaca mengartikan "Mencuci"



2. Fotografer mulai menjuju orang yang bersembahyang.

* Maksudnya adalah memfokuskan subjek foto dari kamera

* Dikira salah tulis, fotografer berjalan "menuju" orang sembahyang.



Mungkin ada pengalaman lain?



catatan 28 Mei 2013

Inspirasi foto 80-90an

Yup... Teringat masa dulu berkisar tahun 2005, senang sekali melihat foto-foto bernuansa Bali begitu indah dan luar biasa. Pandangan tentang foto bagus saat itu selalu sama sampai saat ini, terima kasih untuk para fotografer yang telah menyajikan keindahan Bali.



Menikmati foto-foto Bali

Siapa kira-kira yang motret?



1. Foto Petani yang ada di tikungan menuju Desa Blimbing, petani sedang menanam padi berbaju merah.

2. Hamparan sawah entah di Jatiluwih atau Ubud, difoto dari udara dengan aliran sungai membelah hamparan terasering.

3. Seorang wanita berbaju merah dengan memegang payung Bali (tedung) warna kuning berjalan di terasering Ceking, Gianyar.

4. Pura Gunung Kawi, ada ibu baju warna biru menjunjung ember warna hijau disampingnya ada orang mandi.

5. Sunset di Pura Tanah Lot, bentuk meru kelihatan runcing-runcing berada di kiri dan kanan. Beda sekali dengan sekarang.

6. Tari Abuang di Tenganan Pegringsingan, busana yang dipakai sangat sederhana beda dengan sekarang yang terlihat leb…

Pemimpin yang Jujur

Yup... Suka dengan Bapak Rai Mantra,



Ketika kampanye Pilkada Denpasar beberapa tahun lalu Rai Mantra juga menyatakan pada masa menjadi Walikota juga belum bisa menyelesaikan masalah sampah.



Saya suka dengan gaya pemimpin yang jujur seperti ini. Walaupun selama ini saya lihat daerah ini bersih-bersih saja entah masalah sampahnya dimana saya juga kurang tahu.



catatan 10 April 2012

Yadnya

Yup... Kadang saya sendiri ssebagai orang Bali merasa heran melihat yadnya di Bali. Mengapa orang Bali menghabisakan begitu banyak uangnya untuk yadnya? Tidak peduli miskin atau kaya yandnya selalu dipersembahkan kepada Tuhan. Mungkin suatu kebanggaan tersendiri bisa memberikan yang terbaik dan maksimal untuk yadnya.



Catatan 3 Desember 2010

Bahasa Bali yang "Cepat"

Yup... Seiring perkembangan mungkin Bahasa Bali sekarang jarang dipakai terutama oleh generasi muda. Hal ini bisa dimaklumi karena pergaluanya tidak memakai itu lagi. Dan yang lebih aneh lagi walau pun banyak orang yang menggunakan komunikasi dengan bahasa daerah ini, banyak sekali terjadi pemenggalan kata. Bahasa Bali yang "cepat" dan simpel juga sering bermunculan dalam percakapan keseharian. Beberapa contoh pemenggalan kata bisa dilihat seperti ini :



1 Ba = Suba, Iba

2 Dik = Bedik

3 Dus = Kardus

4 Ija = Kija, Dija

5 Kar = Lakar

6 Mal = Mael

7 Melalung = Melah lan Luwung

8 Nang = Nanang

9 Sap = Engsap

10 Sing = Tusing

11 Ti = Gati

12 Tiang = Titiang



Semua kata disingkat, mungkin saja agar lebih efesien untuk berbicara karena ngomong juga perlu energi. Cukup disayangkan juga kalau ada yang menggunakan penggalan kata ini tanpa tahu kata utuhnya seperti apa. Kekeliruan ini mungkin saja karena dibeberapa tempat menggunakan dialek berbeda, maksud dan tujuanya yang benar. Kalau …

Sekar Jagat

Yup... Seorang ahli biologi muda sedang meneliti tentang taman di seluruh dunia beberapa tahun belakangan ini. Berbagai keindahan bentuk taman mulai dari bunga dan cara menampilkan kemegahanya di tampilkan di berbagai negara. Beberapa negara yang konon memiliki peradaban dan keindahan alamnya dia kunjungi.

Di Belanda dia terkagum-kagum melihat keindahan taman dengan hamparan bunga tulip sejauh dipandang terasa sangat sejuk dan penuh dengan warna serasa di surga. Jepang juga menjadi salah satu kunjunganya, taman dengan bangunan tradisional dengan hiasan bunga sakura membuat dia melayang dan terasa betah dan seakan tak mau pergi dari tempat ini. Dubai negeri yang sedang di puncak jaya ini juga memiliki kehebatan dengan pembuatan taman yang sangat canggih bahkan mereka bisa menanam bunga-bunga di beton untuk menghiasi gedung-gedung pencakar langitnya.

Semua tempat terindah di dunia sudah dikunjungi ahli muda ini termasuk di Amerika, Inggris, Skotlandia dan beberapa negara lain di belahan…

Rangkuman Komentar Foto

Yup... Ada kalanya kita membaca komentar-komentar yang ada di foto yang kita unggah di jejaring sosial. Berbagai komentar dan berbagai kepentingan akan ada di sana. Memuji, ironi atau hanya sekadar iseng saja. Beberapa rangkuman seperti komentar "Top Markotop" sering dijumpai dalam beberapa foto-foto terunggah.Menurut teman, komentar semacam ini disebabkan karena sang penulis segan, takut menyingung bahkan tidak mau dianggap lebih pintar dari pemilik foto.


Penggunaan bahasa serapan atau pun bahasa-bahasa yang tidak terbiasa juga kerap muncul dalam hal ini. Mulai dari bersifat kedaerahan, nasional dan juga mancanegara hadir dalam komentar. 'Nyakcak' (serupa 'nendang'/hebat) dalam bahasa daerah, ‘cetar membahana’ (keseringan nonton acara 'penemu bakat' di tv), dan juga 'like this' (suka) dalam bahasa mancanegara. Semacam fenomena, semua ini mungkin sudah terjadi dari dahulu, dengan semaraknya jejaring sosial maka saat ini menjadi begitu 'boo…

Memperbaiki foto

Yup... Dengan adanya pengolahan foto secara digital, orang-orang bisa meperbaiki foto-foto yang dianggap kurang.



# mengubah foto yang hitam putih menjadi warna

# memperbaiki foto yang rusak akibat, baik terpotong atau lainya.



Tentunya dengan lebih banyak beljar sejarahnya foto itu.

Jangan samapi ;



# foto dulu menggunakan baju dengan warna hijau, diubah secara digital menjadi merah atau sebagainya.

# foto wajah yang dulu ada lesung pipinya setelah diperbaiki menjadi hilang.



Tentukanya lebih banyak memperbaiki foto akan sangat berguna daripada merusak foto.



Untuk saat ini apa yang Anda lakukan,

Apakah merusak foto atau memberbaiki foto Anda.


Foto masih hitamm putih


Foto setelah diwarna

catatan 29 Maret 2012

Rahasia Bunga Itu

Yup... Entah apa kenikmatan bunga itu?

Seorang teman mengajarkan sesuatu hal tentang bunga secara tidak langsung.

Saya pertama melihat begitu biasa ketika dia membeli bunga, tapi tidak ketika teman lain menunjukan sesuatu yang beda. Baru saya perhatikan hari-harinya selalu penuh dengan bunga.

Setiap hari dia selalu membeli bunga khususnya bunga kamboja (bunga jepun kalau di bali), bunga kenanga (bunga sandat, Bali) dan bunga cempaka. Dan hampir seluruh uangnya dibelikan bunga itu. Padahal saya berpikir apa sih itu? Paling bunga itu sudah mulai busuk untuk satu hari atau selanjutnya. Saya mulai memberanikan diri untuk menanyakannya. Kenapa sih begitu? Dan dia mulai menjawabnya, jika kamu ingin tahu kamu harus melakukan hal yang sama.



Jika Anda menginginkan jawabanya, gunakanlan bunga-bunga ini dalam kehidupan Anda. Apa yang terjadi setelah seminggu, sebulan atau setahun dan selanjutnya? Hanya Anda yang akan mengetahuinya.



Catatan 30 Januari 2012

Foto Tak Terhayalkan

Yup... Wah... baru kemarin malam saya melihat kehebatan foto kaya itu.

Tidak pernah saya lihat dimanapun sebelumnya dan tak terbayangkan, seni memang tidak terbatas.

Ditawar $ 5,000 tidak dilepas!!!

Maju terus fotografi Bali khususnya.

Ingin lagi merasakan kehabatan-kehebatan foto.

Yang tidak pernah terbayang sebelumnya, bahkan sampai batas hayal.Setelah kemarin (5 okt 2011) praktek langsung ke lapangan untuk jeprat-jepret,Di salah satu sudut desa di Bali dan saya cukup yakin dengan foto yang saya dapat.Di sana banyak belajar tentang interaksi komunikasi dan sebagainya.Senior : Bagus-bagus kan?Saya : Wah bagus sekali, tempatnya indah sekali. Saya juga sangat suka dengan foto-foto yang saya dapatkan.Senior : Ya potret saja terus, cari yang bagus-bagus.Penerimaan warga sangat sopan dan ramah, kopi hangat daerah setempat pun terhidang.

Setelah selesai praktek akhirnya kembali ke tempat teori di malam hari, menempuh jarak lebih dari satu jam.Di tempat teori, dikasi masukan (baca : pengisi…