Pedagang Lugu

Yup... Membeli jagung rebus di pedagang lapak makanan kecil saat motret di desa. Terlihat beberapa dagangan ala kacang, semangka, kedelai, ubi dan lainnya dengan harga seribu dan dua ribuan. Keanehan terlihat ketika saya melihat pedagang menaruh uangnya secara rapi di lapak bertumpuk terpilah dua ribuan, lima ribuan dan sepuluh ribuan.



Dengan harga dua ribu saya menyerahkan uang sepuluh ribuan. Pedagang memberi uang kembali lima ribuan dan dua ribuan, dia bilang tidak ada lagi seribu atau kurang seribu dan saya bisa mengambil makanan yang lainya sebagai penukar kembaliannya. Saya menunjuk yang seharga dua ribu, pedagang berkata ya ambil saja tidak kenapa.



Pertama saya mengira ini adalah trik dagang, karena saya lihat dia punya banyak uang dua ribuan, tapi berpikir mengapa mau rugi seribu? Sambil makan saya duduk berdekatan dengan pedagang sambli ngobrol dan terkesan dia sangat polos atau bisa dikatakan lugu kalau menurut saya.



Dari kesimpulan saat berbincang yang saya dapat adalah untuk mendapatkan uang dengan jumlah delapan ribu adalah dengan mengumpulkan uang lima ribuan, dua ribuan dan seribuan. Berarti pedagang belum mendapat pembaruan kalau delapan ribuan juga bisa didapatkan dengan empat kali dua ribuan. Dalam hati saya mulai berterima kasih untuk pelajarannya dan hikmahnya saat itu. Dan mulai berpikir untuk tidak selalu menerapkan kebiasaan tapi mulai menggunakan kesadaran.

Tidak ada komentar: