Langsung ke konten utama

Pedagang Lugu

Yup... Membeli jagung rebus di pedagang lapak makanan kecil saat motret di desa. Terlihat beberapa dagangan ala kacang, semangka, kedelai, ubi dan lainnya dengan harga seribu dan dua ribuan. Keanehan terlihat ketika saya melihat pedagang menaruh uangnya secara rapi di lapak bertumpuk terpilah dua ribuan, lima ribuan dan sepuluh ribuan.



Dengan harga dua ribu saya menyerahkan uang sepuluh ribuan. Pedagang memberi uang kembali lima ribuan dan dua ribuan, dia bilang tidak ada lagi seribu atau kurang seribu dan saya bisa mengambil makanan yang lainya sebagai penukar kembaliannya. Saya menunjuk yang seharga dua ribu, pedagang berkata ya ambil saja tidak kenapa.



Pertama saya mengira ini adalah trik dagang, karena saya lihat dia punya banyak uang dua ribuan, tapi berpikir mengapa mau rugi seribu? Sambil makan saya duduk berdekatan dengan pedagang sambli ngobrol dan terkesan dia sangat polos atau bisa dikatakan lugu kalau menurut saya.



Dari kesimpulan saat berbincang yang saya dapat adalah untuk mendapatkan uang dengan jumlah delapan ribu adalah dengan mengumpulkan uang lima ribuan, dua ribuan dan seribuan. Berarti pedagang belum mendapat pembaruan kalau delapan ribuan juga bisa didapatkan dengan empat kali dua ribuan. Dalam hati saya mulai berterima kasih untuk pelajarannya dan hikmahnya saat itu. Dan mulai berpikir untuk tidak selalu menerapkan kebiasaan tapi mulai menggunakan kesadaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ray peni - gelas di lemari

gelas di lemari
ray peni


suryanē ngendih asibak ditu duur langitē
mekada samar-samar cingak beli ragan adi
sekadi mejalan sandikalanē
saru muan adinē to mekada keneh belinē ragu

yan tolih uli kenyeman adinē tusing tulus
rasayang adi suba ada anē ngelahang
kēwala sing taēn adi nyambatang
beli merasa-rasa adi ngangon adi pecadang kuang

reff***
to nguda adi dadi hati
naduang tresna kaping beli
tumuli dēwēk beli sekadi gelas di lemari
yēn kuangan ditu mara iya kesisi

(duduu.. wo ho dududu... yehe)

oh my lovelyevery nihgt when i sleep, u always came in my dream
i treat remmember with u prommise
u ever say that u love, you heart and u soul just for me
exe me excetid
but now why...why... why keep u love u numb men
why you forget with you prommise
what is my wrong u make a broake my heart baby
i hate u i hate you never know all i love u

(ampurayang yening pelih)

Mitos yang Menjadi Kearifan Lokal Bali

Yup... Begitu banyak mitos yang sudah menjadi kearifan lokal di Bali. Tentunya beberapa daerah di Bali memilikinya, begitu banyak, berbeda tapi memiliki kemiripan di beberapa sisinya. Ini sangat dipercaya sebagai acuan untuk berbuat agar perjalanan kehidupan bisa lancar tanpa halangan. Juga lebih bersifat memberikan keuntungan dan kemujuran bagi yang mau taat melakukanya, menghidarkan diri dari malapetaka.



Enta karena kurangnya wawasan mengenai mitos ini, kebanyakan orang enggan untuk mempercayainya kalau belum mereka mengalaminya sendiri. Semisal kesakitan menahun atau sebagainya dan dapat disembuhkan dengan cara yang tidak masuk akal. Atau karena memang ketidaktahuan.



Banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan menjadikan mitos ini mulai terkubur. Mereka yang merasa diri lebih moderen menganggap itu sebagai hal yang kuno dan tidak ada nilai kebenarannya. Tapi bukankah sebaliknya pendidikan sebenarnya yang harusnya memecahkan hal ini secara ilmiah. Bukan malah memojokkan hal yang …

Tari-tari Bali

Yup... Menyaksikan tari-tari Bali di Denpasat hari ini tanggal 1 april 2012.



Tari Kembang Girang

Tarian Bali yang terkesan lebih moderen ini mengenakan busana kekinian, bahu penari sudah mulai tertutup oleh baju. Pengenaan mahkota dengan hiasan jalinan bunga panjang dari rambut sampai dada. Pakaian lebih terasa kental dengan Bali lain dengan bunga di rambul yang terasa mengadopsi daerah luar. Penariadalah gadis dengan membawa kipas dan juga selendang yang ada di piinggir kiri dimainkan layaknya sayap-sayap,

Gerak Tari Kembang girang ini begitu enerjik bergerak dengan cepat ke sana-sini. Seperti seorang gadis yang sangat lincah dalam hidupnya, selain selalu memainkan kipas dan selendangnya, beberapa kali tampak dengan agem (gaya) menyamping dan memamerkan pantatnya. Beberapa kali para penari tampak bersatu dalam gerak, dan mulai mencar dengan posisi berbaris.

Ditampilkan dalam pentas seni tradisi maupun nasional. Dalam pertunjukan seni di beberapa tempat sering juga terlihat tarian ini…