Penari Bali

Gigiku Ompong

Penari Condong

Tari Margapati

Kentang Gorang Memang lebih Renyah

Menguap

Senyum Penari

Tari Bali

Penari Kupu-kupu Tarum

Penari Baris

Pertunjukan Barong Anak

Yup... Pertunjukan Barong yang dibawakan oleh anak-anak sekolah dasar memang sangat menarik. Pertunjukan sangat singkat karena beban baron yang cukup berat bagi anak-anak seumuran itu. Pertunjukan juga diiringi dengan musiknya juga.



Penari Cilik

Tari Panji Semirang



Tari Panji Semirang

Tari Panji Semirang



Tari Puspanjali

Tari Jauk Keras

Penari Cilik

Tari Manukrawa

Tari Blibis

Tari Kupu-kupu Tarum



Penari Cilik

Tari Manukrawa



Tari Merak Angelo

Tari Cendrawasih



Tari Panyembrama

Penari Wirayuda







Mebakti

Togog atau patung

Mebakti

Pekak

Suasana dalam Pura Petilan

Ke Luar Pura

Ngerebong yang Unik di Bali

Acara Ngerebong memang sudah cukup terkenal di bali. Ngerebong merupakan atraksi mengelilingi wantilan (arena terbuka) selama tiga kali oleh Sesunan Ida Betara (dewa) dan para pemundutnya, di samping dengan beberapa orang yang sudah kesurupan dengan menancapkan keris di badannya. Acara ini berlangsung di Pura Petilan, Denpasar, Bali sekarang dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2010. Dari pagi rangkaian upacara sudah berlangsung dari diadakannya tabuh rah (adu ayam) dan setelah menjelang siang mulailah Sesuunan Ida Betara dari beberapa desa sekitar datang menuju ke Pura Petilan ini.

Yang paling dinanti dalam acara pengrebongan ini adalah atraksi ngurek. Ngurek merupakan aksi pemedek yang menancapkan keris di tubuhnya dengan sekuat tenaga dalam keadaan kesurupan. Acara yang sakral ini memang tergolong unik dengan atraksi-atraksi tersebut.

Setelah waktu menjelang sore sekitar jam empat sore mulailah acara di persiapkan untuk pengerebongan. Di dalam pura Sesunan Ida Betara berupa tapakan rangda dan barong segera dilangsungkan upacara. Setelah persembahyangan berlangsung maka beberapa dari mereka akan kesurupan dan segera dikenakan tapakan berupa rangda. Beberapa dari mereka juga ada yang mengguncang-guncangkan dirinya sehingga orang-orang yang kesurupan itu harus di pegang oleh beberapa orang.

Prosesi upacara di dalam pura selesai dilanjutkan dengan keluarnya rangda dan barong menuju jaba sisi yaitu di sekitar wantilan untuk melakukan pengerebongan. Pada saat berputar inilah yang paling seru, orang-orang yang kesurupan inilah selalu meminta keris untuk ditancapkan pada anggota tubuhnya. Banyak orang yang kesurupan, sehingga acara pun jadi sangat seru. Dengan padatnya para pemedek sehingga untuk bergerak pun sangat sulit. Pada saat yang bersamaan adu ayam pun digelar, sehingga suasana terasa sangat gaduh.

Setelah selesai dilaksanakan pengerebongan rangda dan barong segera masuk ke pura lagi disusul dengan pemedek yang lainnya. Prosesi yang lain pun berlanjut seperti acara tari-tarian sakral seperti tari rejang dan lainnya. Setelah beranjak malam acara pun segera berakhir dengan kembalinya Sesuunan Ida Betara ke desa masing-masing.


Seuunan Ida Betara dari desa sekitar tiba di Pura Petilan.


Upacara segera berlangsung, barong-barong segera dipersiapkan.


Setelah selesai persembahyangan, para pemundut diberikan percikan tirta.


Para pemundut pun siap mengenakan rangda maupun barong.


Saat pengerebongan orang-orang yang kesurupan meminta keris dan menancapkan di tubuhnya. Banyak rekan mereka yang harus memegang karena orang yang kesurupan meronta ke sana-sini sangat keras.


Rangda memasuki areal pura kembali setelah acara pengerebongan.


Orang yang kesurupan kembali ngurek setelah di dalam pura.