Vihara Satya Dharma

Yup... Suasana Vihara Satya Dharma di Bali pada 22 April 2014.






Pentas Seni Anak

Yup... Menyaksikan pentas Kesenian anak-anak di Balli pada 20 April 2014.


Tari Pendet

Para penari berpakian cukup unik. Dengan hiasan bunga dan emas di rambut serta membawa nampan kecil yang berisi rangkaian janur dengan isi beraneka bunga. Dari segi pakaian ini masik terlihat gadis Bali zaman dahulu. Masih mneggunakan sabuk dan pundak masih belum tertutup oleh pakaian hanya sabuk yang diselempangkan di salah satu pundaknya. Beberapa daerah menggunakan busana agak berbeda mulai dari prada emas yang masik minim dan juga full prada.

Tarian ini dibawakan gadis-gadis dengan lembah gemulai. Tarian penyambutan tamu ini tidak begitu beringas, tapi sangat sayu penuh dengan senyum. Pada saat berdiri maupun bersimpuh sesekali mengedipkan mata dan melemparkan bunga-bunga yang dibawakanya. Pada masanya sekarang tidak hanya para remaja yang menarikan Tari Pendet ini tetapi tidak kalah anak-anak dan para ibu-ibu juga berperan aktif. Tarian diiringi dengan tabuh gong yang agak lambat.

Tarii ini biasa tampil saat para tamu mulai berdatangan. Kerap kali tarian ini ditampilkan untuk menyambut tamu penting dan juga yang bergerak di pariwisata akan sering menjumpai tarian ini. Tak dipungkiri kelestarian ini juga didukung seringnya tampil saat acara-acara besar yang bersifat internasional ada di Bali. Tapi tidak hanya hal tersebut, kesenangan dan kecintaan warga untuk tetap belajar dari kecil sebagai salah satu upaya melestarikannya.

Konon tarian ini terinsfirasi dari Tari Pendet yang sering ditarikan di pura-pura. Tarian sakral ini memang ada sejak dahulu. Biasanya tarian pendet di pura ditarikan secara idak sadar (kesurupan). Diperlukan beberapa upakara ataupun sesajen sebelum tarian dimulai. Terkadang mereka langsung sentak bisa menari walaupun keseharianya tidak pernah menari. Inspirai ini membuat dibuatkan tari pendet untuk pertunjukan.


Tari Gopala


Tari Gopala


Senam Sehat


Payas Bali


Angklung


Tari Barong dan Rangda


Marching band


Pentas Tarian Bali

Yup ... Menyaksikan pentas tarian Bali dibawakan anak-anak di Bali pada 19 April 2014.


Tari Sekar Jagat

Penari sekar jagat biasanya mengenaan mahkota bunga emas yang berbentuk krucut di bagian depan. Dari segi pakian juga terlihat dandanan gadis Bali zaman dulu karena masih terlihatnya bahu penari masih terbuka. Penutup badan hanya sampai di atas dada dengan hiasan di leher serupa badong. Di kedu tangan juga terlihat adanya gelang emas dan juga subeng di kuping. Yang menguatkan penari membawa bunga kertas yang dirangkai dengan janur di atas dulang kecil. Dengan kain yang diikatkan dengan sabuk besar juga terdapat selendang di depan.

Tari Sekar Jagat identik dengan tari yang lemah gemulai, diperuntukan untuk penyambutan. Terkesan tarian ini lebih aktif dengan satu gerakan tangan saja, karena tangan satunya memegang rangkaian bunga yang selalu dibawa. Mimik wajah yang kebanyakan senyum dari awal pentas sampai akhir menjadikan tontonan yang asik untuk dinikmati. Tarian ini biasanya dibawakan secara berkelompok oleh gadis-gadis, mereka sering membuat formasi sehingga lebih manis untuk ditampilkan.

Tarian ini biasanya ditampilkan dalam acara-acara formal sebagai pendahuluan. Lebih sering juga diadakan dalam acara pentas seni dan tontonan mengisi upacara di pura ataupun kegiatan sekolah.

Dari asal katanya sekar dan jagat mengandung arti, sekar yaitu bunga sedangkan jagat berarti alam semesta. Kemungkinan dimaksudkan keharuman bunga di seluruh nusantara. Tidak hanya bunga tapi juga kecantikan dan gerak tari yang diiringi gambelanya.



Tari Pendet


Tari Pendet

Para penari berpakian cukup unik. Dengan hiasan bunga dan emas di rambut serta membawa nampan kecil yang berisi rangkaian janur dengan isi beraneka bunga. Dari segi pakaian ini masik terlihat gadis Bali zaman dahulu. Masih mneggunakan sabuk dan pundak masih belum tertutup oleh pakaian hanya sabuk yang diselempangkan di salah satu pundaknya. Beberapa daerah menggunakan busana agak berbeda mulai dari prada emas yang masik minim dan juga full prada.

Tarian ini dibawakan gadis-gadis dengan lembah gemulai. Tarian penyambutan tamu ini tidak begitu beringas, tapi sangat sayu penuh dengan senyum. Pada saat berdiri maupun bersimpuh sesekali mengedipkan mata dan melemparkan bunga-bunga yang dibawakanya. Pada masanya sekarang tidak hanya para remaja yang menarikan Tari Pendet ini tetapi tidak kalah anak-anak dan para ibu-ibu juga berperan aktif. Tarian diiringi dengan tabuh gong yang agak lambat.

Tarii ini biasa tampil saat para tamu mulai berdatangan. Kerap kali tarian ini ditampilkan untuk menyambut tamu penting dan juga yang bergerak di pariwisata akan sering menjumpai tarian ini. Tak dipungkiri kelestarian ini juga didukung seringnya tampil saat acara-acara besar yang bersifat internasional ada di Bali. Tapi tidak hanya hal tersebut, kesenangan dan kecintaan warga untuk tetap belajar dari kecil sebagai salah satu upaya melestarikannya.

Konon tarian ini terinsfirasi dari Tari Pendet yang sering ditarikan di pura-pura. Tarian sakral ini memang ada sejak dahulu. Biasanya tarian pendet di pura ditarikan secara idak sadar (kesurupan). Diperlukan beberapa upakara ataupun sesajen sebelum tarian dimulai. Terkadang mereka langsung sentak bisa menari walaupun keseharianya tidak pernah menari. Inspirai ini membuat dibuatkan tari pendet untuk pertunjukan.


Tari Puspanjali


Tari Puspanjali

Busana penari tampak begitu indah dan menarik untuk dilihat. Warna-warni yang yang tampak mencolok dan hidup menjadikan tarian ini daya tarik sendiri. Asesoris rambut yang penuh dengan bunga dan juga emas-emasan memberi kesan yang beda. Gelang di pergelangan tangan dan juga kain dan dimodifikasi juga layaknya saya yang hanya berada di sebelah kiri saja. Sabuk besar, badong dan juga selendang melintang di bahu menjadi ciri dari tari penyambutan ini.

Para gadis secara berkelompok bisanya menarikan tarian ini. Tari penyambutan untuk para tamu yang datang dengan gerak yang mendayu-dayu, lemah gemulai tidak ada gerakan yang keras dan ekpresif. Mukin layaknya menebarkan pesona sehingga para penonton tidak mau beranjak untuk menyaksikan tarian ini sampai tuntas. Rasa hormat dan juga simpatik kepada para tamu yang hadir sebagai tujuan utamnya.

Puspanjali dipentaskan sebagai awal acara dalam pertunjukan seni. Juga sering ditarikan saat ada tamu-tamu luar daerah yang datang. Tarian selamat datang ini sampai saat ini masih tetp lestari dan banyak dijumpai di setiap daerah di Bali. Tebiasa juga kelompok-kelompok seni atau sanggar selalu mengajarkan tarian ini.

Kata Puspanjali berasal dari kata puspa yang berarti bunga dan anjali bermakna menghormat. Tari Puspanjali merupakan tarian kehormatan untuk menyambut tamu yang digambarkan dengan keindahan bunga, hormat dari penyambut dan juga yang disambut.


Tari Manukrawa


Tari Merak Angelo

BUrung Merak menginspirasi tarian ini. Terlihat busana yang dikenakan mirip dengan burung merak. Mulai dari mahkota yang berisi kepala merak dan beberapa bulu terselip di belakang mahkota. Pakaian yang dikenakan juga mirip, dari corak warna juga ada motif ekor merak di kain belakang layaknya ekor indah merak yang seddang berdiri.

Pada saat pertama keluar pentas seakan penari datang mematuk penonton. Selanjutnya kelihatan suasana penari mulai bergaya penari Bali lainnya. Yang paling menarik saat para penari memainkan ekornya begitu indah dan sangat menarik. Seakan ingin memamerkan ekornya yang begitu indah, terlihat juga saat penari memblakangi penonton dan mengibas-ibaskan kain ekornya. Gerakan ke kiri dan ke kanan sperti burung sedang bermain juga kerap kali ditampilkan.

Pertunjukan tari ini sering dibawakan saat pentas seni-seni di Bali. Terutama saat pentas tari-tarian Bali sebagai hiburan warga-warga baik di desa maupun kota, kelulusan siswa dan hiburan selingan upacara keagamaan.


Tari Buratwangi

Tari Burat Wangi merupakan tari persembahan yang mengungkapkan tentang rasa bakti dan puji syukur kepada Sang Maha Pencipta yang disajikan dalam bentuk persembahan dengan berbagai bunga dan wewangian. Uniknya bunga yang dibawa biasanya di depan perut dan bisa di lepas dan dipasang lagi.

Sendratari Gianyar

Yup... Sendratari Kolosal sambut HUT Kota Gianyar ke-243 di Bali pada 19 April 2014.








Maleladang ke Pura

Yup... Iring-iringan ibu-ibu menjunjung haturan usal melaksanakan bakti persembahyangan di Bali pada 17 April 2014.










Pawai Budaya Gianyar

Yup... Pawai budaya dalam HUT Kota Gianyar ke-243 di Bali pada 17 April 2014.












Nyineb di Pura Ulun Danu Buyan

Yup... Upacara nyineb serangkaian odalan Pura Ulun Danu Buyan di Bali pada 17 April 2014.










Musim Panen

Yup... Musim panen padi di Bali pada 17 April 2014.






Sore Pantai Serangan

Yup... Menikmati suasan sore Pantai Serangan di Bali pada 16 April 2014.








Desa Tegalalang

Yup... Menikmati terasering sawah Tegalalang di Bali pada 15 April 2014.