Hari Raya Kuningan

Yup... Hari Raya Kuningan kali ini memang terkesan istimewa karena banyak berdampingan dengan hari raya lainya.


Lawar ala Hari Kuningan.


Calon di Hari Kuningan, sate kalo Hari Galungan.


Banten Hari Kuningan.


Tum di Hari Kuningan.


Persembahyangan yang dilakukan di Hari Kuningan.


Perayaan Hari Kuningan.

Perjalanan Suci Selama Tiga Hari Dari Pura Besakih (bagian 2)

Yup... Perjalanan suci yang berawal dilanjutakan dari Pura Tebola, Karangasem menuju kembali ke Pura Besakih.


Para pemundut berbaring di luar Pura Tebola, walaupun suhu dingin tidur mereka sangat lelap sekali.


Pagi sekitar jam setengah enam perjalanan dilanjutkan meninggalkan Pura Tebola menuju Pura Pasimpangan Besakih.


Warga sekitar yang menghaturkan banten di menghaturkan bakti.


Anak kecil yang ikut dalam iringan, biasanya warga sekitar mengikuti mengikuti dari ujung desanya sampai batas desa dan kemudian dilanjutkan dengan warga desa selanjutnya.


Baleganjur yang mengiringi sampai batas desa dan dilanjutkan dengan baleganjur desa berikutnya semacam estapet.


Suasana indah di sekitar iring-iringan melintas, dengan pemandangan sawah yang hijau diterpa sinar matahari pagi yang begitu hangat.


Warga desa setempat menyambut iring-iringan dengan suka cita dengan memberikan haturan berupa beras kuning.


Murid-murid pun ikut menghaturkan bakti ketika iringan tiba di depan sekolah, semua siswa dan guru ikut keluar kelas.


Iringan memasuki daerah persawahan sehingga terlihat begitu indah.


Iringan memasuki hamparan sawah dan dilengkapi dengan penjor-penjor di sepanjang jalan.


Iringan tiba di jalan yang menurun terakhir dan selanjutnya jalanya akan terus meninggi.


Iringan sudah memulai dengan jalan yang terus menanjak.


Warga setempat memberikan selang air yang mengalir ditujukan kepada pemedek yang kepanasan.


Iringan tiba di persimpangan Pura Pesimpangan Besakih, pemundut jempana menuju Pura Pesimpangan Besakih dan pengiring ke arah yang lain karena puranya tidak dapat menampung pemedek yang sangat banyak.


Iringan jempana sampai di Pura Pesimpangan Besakih.


Iringan jempana meninggalkan Pura Pesimpangan Besakih dan menuju Pura Besakih.


Iringan sudah sampai di Pura Besakih.


Setelah selesai upacara di Penataran Besakih jempana-jempana kembali ke pedarman masing-masing.


Sarana untuk tawur, buah-buahan seperti barong dan daging seperti meru.


Sarana untuk tawur, buah-buahan yang dibentuk menyerupai barong dan jajan menyerupai wayang.

Perjalanan Suci Selama Tiga Hari Dari Pura Besakih (bagian 1)

Yup... Serangakaian Upacara Panca Bali Krama yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali di Pura Besakih, Karangaseng diadakan acara melasti. Melasti yang akan dilaksanakan di Pantai Batu Klotok, Klungkung. Dari Pura Besakih akan diadakan Perjalanan Suci menuju Pura Batu Klotok dan beberapa pura-pura lain yang akan dilewati. Perjalanan yang dilakukan selama tiga hari menyinggahi tempat-tempat suci yang ada, ini sesuai dengan kebiasaan yang telah ada dari sejak dahulu.


Suasana hening di Pura Besakih sebelum perjalanan suci dimulai.


Para pemedek (umat) menuju Pura Besakih untuk bersiap melakukan perjalanan yang akan dilakukan selama tiga hari.


Awalnya dilakukanan perjalananan dengan membunyikan gambelan.


Pemedek yang sudah mulai berjalan dengan menandu jempana.


Senjata suci yang ikut dalam perjalanan suci.


Pemedek begitu suka cita mengikuti posesi ini.


Pengantar yang mulai balik ke Pura setelah mengantarkan samapi batas Pura Besakih.


Berbagai jenis yang disediakan di setiap jalan yang dilalui dalam perjalanan ini, kebanyakan berupa makanan dan minuman.


Ambulance pun standbay.


Di setiap desa-desa dilakukan pemujaan oleh warga setempat contohnya di daerah Pesaba ini dengan membentangkan kain putih di atas aspal yang diatasnya.


Setelah selesai sembahyang, banten-banten ini akan diberikan kepada pemundut.


Banten-banten sudah mulai dijejerkan di pinggir jalan menunggu kedatangan Ida Betara yang akan melintas.


Tampak para warga sudah mulai kepanasan menunggu.


Iring-iringan sudah berada di seputaran Bukit Jambul.


Iring-iringan terlihat begitu menarik di pinggiran sawah.


Iring-iringan terlihat dari jauh.


Seorang nenek tampak melihat banten yang ada.


Seorang ibu yang memakai tongkat juga tampak antusias mengikuti acara ini.


Setiap jalan yang dilalui didahului dengan percikan tirta (air suci) sebagai pembuka jalan.


Salah satu penjor yang dicabut oelh iringan karena mengandung unsur palstik.


Salah satu motor yang menghalangi jalan juga ikut disingkirkan oleh para pecalang.


Iring-iringan disambut tari penyambutan di Pantai Batu Klotok.


Di pantai para pemundut jempana tampak sedikit ke tengah untuk pemelastian.


Iringan Jempana berlarian menuju Pura Batu Klotok.


Iringan Akhirnya melanjutkan perjalanan dan meninggalkan Pura Batu Klotok.