Perjalanan Suci Selama Tiga Hari Dari Pura Besakih (bagian 2)

Yup... Perjalanan suci yang berawal dilanjutakan dari Pura Tebola, Karangasem menuju kembali ke Pura Besakih.


Para pemundut berbaring di luar Pura Tebola, walaupun suhu dingin tidur mereka sangat lelap sekali.


Pagi sekitar jam setengah enam perjalanan dilanjutkan meninggalkan Pura Tebola menuju Pura Pasimpangan Besakih.


Warga sekitar yang menghaturkan banten di menghaturkan bakti.


Anak kecil yang ikut dalam iringan, biasanya warga sekitar mengikuti mengikuti dari ujung desanya sampai batas desa dan kemudian dilanjutkan dengan warga desa selanjutnya.


Baleganjur yang mengiringi sampai batas desa dan dilanjutkan dengan baleganjur desa berikutnya semacam estapet.


Suasana indah di sekitar iring-iringan melintas, dengan pemandangan sawah yang hijau diterpa sinar matahari pagi yang begitu hangat.


Warga desa setempat menyambut iring-iringan dengan suka cita dengan memberikan haturan berupa beras kuning.


Murid-murid pun ikut menghaturkan bakti ketika iringan tiba di depan sekolah, semua siswa dan guru ikut keluar kelas.


Iringan memasuki daerah persawahan sehingga terlihat begitu indah.


Iringan memasuki hamparan sawah dan dilengkapi dengan penjor-penjor di sepanjang jalan.


Iringan tiba di jalan yang menurun terakhir dan selanjutnya jalanya akan terus meninggi.


Iringan sudah memulai dengan jalan yang terus menanjak.


Warga setempat memberikan selang air yang mengalir ditujukan kepada pemedek yang kepanasan.


Iringan tiba di persimpangan Pura Pesimpangan Besakih, pemundut jempana menuju Pura Pesimpangan Besakih dan pengiring ke arah yang lain karena puranya tidak dapat menampung pemedek yang sangat banyak.


Iringan jempana sampai di Pura Pesimpangan Besakih.


Iringan jempana meninggalkan Pura Pesimpangan Besakih dan menuju Pura Besakih.


Iringan sudah sampai di Pura Besakih.


Setelah selesai upacara di Penataran Besakih jempana-jempana kembali ke pedarman masing-masing.


Sarana untuk tawur, buah-buahan seperti barong dan daging seperti meru.


Sarana untuk tawur, buah-buahan yang dibentuk menyerupai barong dan jajan menyerupai wayang.

Tidak ada komentar:

Paling Banyak Dilihat