Langsung ke konten utama

Ciri-ciri Foto Hebat

Yup... Kita tentu sering melihat foto-foto setiap harinya. Mulai dari album foto dirumah, foto-foto baliho di jalanan dan mungkin tak terhitung jumlahnya yang ada di internet. Dari semua foto yang kita lihat tentu beberapanya selalu bisa kita ingat dan memberi kenangan bagi diri. Ah!!! mungkin itulah yang menjadi foto yang hebat menurut kita.



Tentunya setiap orang memiliki pandangan terhadap foto. Mungkin satu foto kalau dilihat ramai-ramai semua orang memiliki komentar yang berbeda. Jadi bisakah foto yang disebut "hebat" itu distandarkan, atau ada aturanlah yang memberikan gambaran bahwa ini hebat itu tidak. Beberapa teman memberikan pandangan tentang apa itu foto hebat :



1. Terjual dengan harga mahal (mahal berapa rupiah ya?)

2. Sulit untuk mendapatkan fotonya, mungkin disebut foto langka.

3. Foto dengan momen tak terduga, mungkin maksudnya pas motret tidak sengaja eh.. dapat momen bagus.

4. Banyak yang suka dan berkomentar bagus.

5. Yang motret tidak sombong.

6. Foto berbicara, mungkin maksudnya belum diisi tulisan yang lihat bisa mengerti.

7. Fotografer buat foto yang lihat mengerti maksudnya alias nyambung.

8. Fotonya menonjol, mungkin dibandingkan dengan foto lain fotonya lebih aneh.

9. Bercerita, sudut oke, motretnya sulit.

10. Kalau dilihat bisa lupa, lupa diri lupa hutang pokoknya lupa semuanya.

11. Yangmana si penikmat / yang memandangi foto tidak bisa menuangkan ide/hasil seperti yang sedang dipandangnya dan timbul kekaguman baik terhadap fotografer maupun hasil karyanya dari mulutnya sepontan bilang "HEBAT!!"

12. Foto berwarna

13. Tidak meniru, meniru masakan tetangga yang terbukti sudah sedap.

14. Memiliki taksu, usaha pemblajaran dari diri untuk foto yang ditampilkan.

15. Ada foto diri didalamnya



Dan mungkin banyak lagi ciri-ciri dan alasan orang-orang mengatakan bahwa foto itu hebat. Tapi apapun itu mari kita terus berkarya dengan semangat!



catatan 18 Juli 2013, survei FB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ray peni - gelas di lemari

gelas di lemari
ray peni


suryanē ngendih asibak ditu duur langitē
mekada samar-samar cingak beli ragan adi
sekadi mejalan sandikalanē
saru muan adinē to mekada keneh belinē ragu

yan tolih uli kenyeman adinē tusing tulus
rasayang adi suba ada anē ngelahang
kēwala sing taēn adi nyambatang
beli merasa-rasa adi ngangon adi pecadang kuang

reff***
to nguda adi dadi hati
naduang tresna kaping beli
tumuli dēwēk beli sekadi gelas di lemari
yēn kuangan ditu mara iya kesisi

(duduu.. wo ho dududu... yehe)

oh my lovelyevery nihgt when i sleep, u always came in my dream
i treat remmember with u prommise
u ever say that u love, you heart and u soul just for me
exe me excetid
but now why...why... why keep u love u numb men
why you forget with you prommise
what is my wrong u make a broake my heart baby
i hate u i hate you never know all i love u

(ampurayang yening pelih)

Mabiasa di Bukit Gumang

Yup... Mabiasa yang dilaksanakan di puncak Bukit Gumang, Karangasem, Bali. Tradisi ini berlangsung dalam upacara Ngusaba Gumang dilaksanakan masyarakat di seputaran daerah tersebut seperti, Bugbug, Jasri, Bebandem dan Ngis Manggis. Menjelang sore hari masyarakat mulai memadati untuk naik ke Bukit Gumang. Mereka biasanya membawa haturan berupa babi guling, mereka yang mempunyai anak kecil. Dengan pemandangan yang sangat indah dari atas bukit, jempana-jempana dari masing-masing desa mulai naik bukit satu per satu. Setelah semua berkumpul di atas, acara berlangsung. Beberapa jempana (tandu) mulai diadu dan terjadi saling dorong. Setelah beberapa saat acara selesai, jempana-jempana pun diletakan di panggungan di tengah areal yang disediakan.


Jempana-jempana mulai menaiki bukit ketika suasana mulai sore.


Masyarakat yang berduyun-duyun naik ke bukit untuk melaksanakan persembahyangan.


Terliha di kejauhan jempana-jempana dari desa mulai naik ke bukit.


Perang jempana dimulai saat suasana huja…

Mitos yang Menjadi Kearifan Lokal Bali

Yup... Begitu banyak mitos yang sudah menjadi kearifan lokal di Bali. Tentunya beberapa daerah di Bali memilikinya, begitu banyak, berbeda tapi memiliki kemiripan di beberapa sisinya. Ini sangat dipercaya sebagai acuan untuk berbuat agar perjalanan kehidupan bisa lancar tanpa halangan. Juga lebih bersifat memberikan keuntungan dan kemujuran bagi yang mau taat melakukanya, menghidarkan diri dari malapetaka.



Enta karena kurangnya wawasan mengenai mitos ini, kebanyakan orang enggan untuk mempercayainya kalau belum mereka mengalaminya sendiri. Semisal kesakitan menahun atau sebagainya dan dapat disembuhkan dengan cara yang tidak masuk akal. Atau karena memang ketidaktahuan.



Banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan menjadikan mitos ini mulai terkubur. Mereka yang merasa diri lebih moderen menganggap itu sebagai hal yang kuno dan tidak ada nilai kebenarannya. Tapi bukankah sebaliknya pendidikan sebenarnya yang harusnya memecahkan hal ini secara ilmiah. Bukan malah memojokkan hal yang …