Langsung ke konten utama

Sekar Jagat

Yup... Seorang ahli biologi muda sedang meneliti tentang taman di seluruh dunia beberapa tahun belakangan ini. Berbagai keindahan bentuk taman mulai dari bunga dan cara menampilkan kemegahanya di tampilkan di berbagai negara. Beberapa negara yang konon memiliki peradaban dan keindahan alamnya dia kunjungi.

Di Belanda dia terkagum-kagum melihat keindahan taman dengan hamparan bunga tulip sejauh dipandang terasa sangat sejuk dan penuh dengan warna serasa di surga. Jepang juga menjadi salah satu kunjunganya, taman dengan bangunan tradisional dengan hiasan bunga sakura membuat dia melayang dan terasa betah dan seakan tak mau pergi dari tempat ini. Dubai negeri yang sedang di puncak jaya ini juga memiliki kehebatan dengan pembuatan taman yang sangat canggih bahkan mereka bisa menanam bunga-bunga di beton untuk menghiasi gedung-gedung pencakar langitnya.

Semua tempat terindah di dunia sudah dikunjungi ahli muda ini termasuk di Amerika, Inggris, Skotlandia dan beberapa negara lain di belahan dunia ini melalui refrensi ahli-ahli sebelumnya. Sebelum dia mengakhiri penelitiannya, seseorang memberitahunya bahwa banyak ahli sebelumnya mengagumi keindahan taman yang ada di Bali. Bahkan mereka perlu waktu lebih untuk penelitiannya.

Sampai di Bali ahli muda ini mulai bingung, dia tidak melihat keindahan apa pun di taman-taman yang ada di sana. Dia pun mulai berkeliling dan mencari keindahan yang dikatakan ahli-ahli sebelumnya. Sebaliknya dia hanya melihat beberapa tanaman di halaman rumah penduduk yang hampir tidak ada bunganya dan daun-daunya pun hampir habis.

Dan dia mulai tahu inilah taman dengan isinya terbaik di seluruh dunia. Mari kita cari tahu kenapa!



CAtatan 30 April 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ray peni - gelas di lemari

gelas di lemari
ray peni


suryanē ngendih asibak ditu duur langitē
mekada samar-samar cingak beli ragan adi
sekadi mejalan sandikalanē
saru muan adinē to mekada keneh belinē ragu

yan tolih uli kenyeman adinē tusing tulus
rasayang adi suba ada anē ngelahang
kēwala sing taēn adi nyambatang
beli merasa-rasa adi ngangon adi pecadang kuang

reff***
to nguda adi dadi hati
naduang tresna kaping beli
tumuli dēwēk beli sekadi gelas di lemari
yēn kuangan ditu mara iya kesisi

(duduu.. wo ho dududu... yehe)

oh my lovelyevery nihgt when i sleep, u always came in my dream
i treat remmember with u prommise
u ever say that u love, you heart and u soul just for me
exe me excetid
but now why...why... why keep u love u numb men
why you forget with you prommise
what is my wrong u make a broake my heart baby
i hate u i hate you never know all i love u

(ampurayang yening pelih)

Mabiasa di Bukit Gumang

Yup... Mabiasa yang dilaksanakan di puncak Bukit Gumang, Karangasem, Bali. Tradisi ini berlangsung dalam upacara Ngusaba Gumang dilaksanakan masyarakat di seputaran daerah tersebut seperti, Bugbug, Jasri, Bebandem dan Ngis Manggis. Menjelang sore hari masyarakat mulai memadati untuk naik ke Bukit Gumang. Mereka biasanya membawa haturan berupa babi guling, mereka yang mempunyai anak kecil. Dengan pemandangan yang sangat indah dari atas bukit, jempana-jempana dari masing-masing desa mulai naik bukit satu per satu. Setelah semua berkumpul di atas, acara berlangsung. Beberapa jempana (tandu) mulai diadu dan terjadi saling dorong. Setelah beberapa saat acara selesai, jempana-jempana pun diletakan di panggungan di tengah areal yang disediakan.


Jempana-jempana mulai menaiki bukit ketika suasana mulai sore.


Masyarakat yang berduyun-duyun naik ke bukit untuk melaksanakan persembahyangan.


Terliha di kejauhan jempana-jempana dari desa mulai naik ke bukit.


Perang jempana dimulai saat suasana huja…

Mitos yang Menjadi Kearifan Lokal Bali

Yup... Begitu banyak mitos yang sudah menjadi kearifan lokal di Bali. Tentunya beberapa daerah di Bali memilikinya, begitu banyak, berbeda tapi memiliki kemiripan di beberapa sisinya. Ini sangat dipercaya sebagai acuan untuk berbuat agar perjalanan kehidupan bisa lancar tanpa halangan. Juga lebih bersifat memberikan keuntungan dan kemujuran bagi yang mau taat melakukanya, menghidarkan diri dari malapetaka.



Enta karena kurangnya wawasan mengenai mitos ini, kebanyakan orang enggan untuk mempercayainya kalau belum mereka mengalaminya sendiri. Semisal kesakitan menahun atau sebagainya dan dapat disembuhkan dengan cara yang tidak masuk akal. Atau karena memang ketidaktahuan.



Banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan menjadikan mitos ini mulai terkubur. Mereka yang merasa diri lebih moderen menganggap itu sebagai hal yang kuno dan tidak ada nilai kebenarannya. Tapi bukankah sebaliknya pendidikan sebenarnya yang harusnya memecahkan hal ini secara ilmiah. Bukan malah memojokkan hal yang …