Pentas Seni Anak

Yup... Menonton pentas seni anak-anak di Denpasar, Bali pada 1 Maret 2015.


Tari Kupu-kupu Tarum

Sangat unik Tari Kupu-kupu Tarum ini dengan memasangkan berupa sayap kupu-kupu di kedua tangan, tetapi biasa terbuat dari kayu yang lumayan keras.. Penari adalah seorang gadis dengan mengenakan mahkota dan juga hiasan motif dipasangkan di telinga. Dai pakian yang masih kental bernuansa Bali. Kain-kain yang masih bercorak ukiran yang berprada emas.

Layaknya kupu-kupu beerbangan di taman penuh bunga. Begitu juga penari selalu menghempakan sayapnya bergerak ke sana-sini seolah mencari bunga dengan keharumanya. Hinggap di bunga satu ke bunga yang lainya. Keindahan taman yang penuh bunga dan sejuknya udara tanpa polusi adalah kekayaan alam yang sangat berharga.

Tarian ini merupakan tarian hiburan yang biasa dipentaskan saat ada kegiatan seni di setiap daerah di Bali. Dari beberapa pertunjukan yang tapil kebanyakan yang membawakan Tari Kupu-kupu Tarum ini adalah dari anak-anak saja. Mulai jarang dibawakan oleh remaja. Kemungkinan geraak lucu anak sesuai dengan indahnya kupu-kupu yang indah berwarna-warni.



Baris Aku seorang Kapiten

Aku seorang Kapiten
mempunyai pedang panjang
Kalau berjalan prok-prok-prok
Aku seorang Kapiten


Tari Wirayuda

Busana yang digunakan oleh penari Wirayuda adalah busana seorang prajurit yang sedang latihan perang. Tarian ini dibawakan oleh laki-laki dengan membawa senjata tombak. Biasanya ditarikan secara berkelompok antara duan atau lebih pasang penari.

Tari Wirayuda mengisahkan kepahlawanan, patriot yang siap membela bangsa. Tarian yang terinsfirasi oleh tarian-tarian Baris yang sudah ada sebelumnya seperti Bari Baris Gede, Baris Tumbak dann juga Baris Katekok Jago. Tari inu terlihat menarik ketika para penari saling meengadu tombak sesama penari lainnya.




Tari Payung


Tari moderen, dengan busana baju dan topi merah yang menarik.


Tari Condong

Tari Condong merupakan tarian Bali yang biasanya menggunakan busana serba merah daengan hiasan prada emas. Dengan memakai mahkota (gelugan) seperti seorang putri. Tari ini dimainkan oleh seorang atau sekelompok gadis.

Tari ini merupakan bagian Tari Legong Kraton (lasem). Mengisahkan para bidadari yang sangat gemar menari dengan gerak tubuh yang lemah gemulai. Tarian ini sangat menarik untuk disaksikan, para penari bergerak sangat lentur baik saat mereka dengan agem (gerak) berdiri ataupun saat bersimpuh.


Kesenian Janger

Penampilan dai penari jangger memang eksentrik. Terlihat para pemain yang gadis biasa disebut dengan janger dan pemain pria yang dikatakan dengan kecak. Para gadis biasanya mengenakan mahkota, membawa kipas dan juga dari segi pakian sangat indah dengan dilengkapi selendang. Tak kalah dengan penari kecak mereka juga mengenakan mahkota udenga, gelungan melingkar di leher berupa badong juga dengan pakaian yang unik. Kecak dan janger biasanya seragam dan menyesuaikan keserasian masing-masing.

Disamping gerak tari Bali yang dipentaskan, kesenian pergaulan ini juga diiring nyanyian serempak dari masing-masing penari. Lebih terbiasa nyanyiannya bersahutan. Dalam perkembangan gerak-gerak kesenian ini begitu bervarian, dimunculkan gerak-gerak baru untuk menjaring penonton agar tidak monoton, walaupun dengan pakem yang sama. Gerak goryang kanan-kiri penari saat berdiri. Penari jangger biasa jalan di tempat dengan memainkan kipasnya juga selndang dikibaskan layaknya sayap burung. Kecak juga gaya jalan di tempat dengan gaya satu tanggan di pinggang dan tangan yang lainya digerakan di depan dada secara bergantian. Begitu juga saat duduk kecak dengan bersila dan janger bersimpuh dengan terus bergerak dan bernyanyi.

Kesenian ini biasanya ditampilkan dalam acara-acara seni pertunjukan tradisi, kelulusan sekolah, dan juga hiburan di desa-desa. Pemainya saat sekarang mulai dari kumpulan anak-anak, ramaja dan bahkan sering juga dijumpai kesenian dibawakan oleh orang yang lanjut usia. Kesenian dibawakan dalam suasana suka cita, layaknya tarian untuk pesta semua bergembira. Biasanya yang membedakan adalah jenis nyanyian yang dibawakan. Misal anak-anak lebih sering menyanyikan tentang pelajaran masa-masa bermain dan juga tentang sekolah. Untuk remaja terbiasa membawakan nyanyian tentang cinta. Untuk yang usia lanjut nyanyian tentang pengalaman hidup, dan perbuatan-perbuatan agar bisa hidup dengan baik.

Konon kesenian janger ini moncul di Bali berkisar tahun 1930-an. Saat itu hanya dipentaskan oleh muda-mudi saja. Kesenian Janger ini mengalami pasang surut, pada akhirnya di tahun 1960 lagi mulai banyak ditarikan, sungguh sayang kesenian ini dipakai untuk saling sindir dalam persaingan politik. Beberapa daerah di Bali mulai membentuk sekaa (kelompok) tetap dalam kesenian ini, yang sebelumnya jika akan ada pentas baru dikumpuklan para pemainnya. Beberapa sekaa yang konon terkenal adalah dari daerah Sibang, Tabanan, Singapadu, Metra. Yang menarik lagi di daerah Metra kesenian ini dijadikan kesenian sakral layaknya sanghyang, lebih dikenal dengan sanghyang janger maborbor. Para pemain biasanya bergulingan di bara api, sampai makan api.



Tari Puspawresti

Tari Puspawresti menggambarkan keindahan bunga saat hujan. Puspa yang artinya bunga dan wresti diartikan sebagai hujan. Tarian ini adalah tari penyambutan kepada tamu. Para muda-mudi menari dan menyambut para tamu dengan rasa hormat dan penuh dengan suka cita. Para pemuda membawa tombak sedangkan pemudi membawa bunga.


Tari kreasi


Tari Lebah Madu


Tari Katak Dongkang

Peteng lemah hujan bales magrudugan
Katak dongkang pada girang ia macanda
kek kung kek kong
kek kung kek kong

Dingin pesan awak tiange ngetor
Nyemak saput ngojog bale
tur masare


Tari Pendet

Para penari berpakian cukup unik. Dengan hiasan bunga dan emas di rambut serta membawa nampan kecil yang berisi rangkaian janur dengan isi beraneka bunga. Dari segi pakaian ini masik terlihat gadis Bali zaman dahulu. Masih mneggunakan sabuk dan pundak masih belum tertutup oleh pakaian hanya sabuk yang diselempangkan di salah satu pundaknya. Beberapa daerah menggunakan busana agak berbeda mulai dari prada emas yang masik minim dan juga full prada.

Tarian ini dibawakan gadis-gadis dengan lembah gemulai. Tarian penyambutan tamu ini tidak begitu beringas, tapi sangat sayu penuh dengan senyum. Pada saat berdiri maupun bersimpuh sesekali mengedipkan mata dan melemparkan bunga-bunga yang dibawakanya. Pada masanya sekarang tidak hanya para remaja yang menarikan Tari Pendet ini tetapi tidak kalah anak-anak dan para ibu-ibu juga berperan aktif. Tarian diiringi dengan tabuh gong yang agak lambat.

Tarii ini biasa tampil saat para tamu mulai berdatangan. Kerap kali tarian ini ditampilkan untuk menyambut tamu penting dan juga yang bergerak di pariwisata akan sering menjumpai tarian ini. Tak dipungkiri kelestarian ini juga didukung seringnya tampil saat acara-acara besar yang bersifat internasional ada di Bali. Tapi tidak hanya hal tersebut, kesenangan dan kecintaan warga untuk tetap belajar dari kecil sebagai salah satu upaya melestarikannya.

Konon tarian ini terinsfirasi dari Tari Pendet yang sering ditarikan di pura-pura. Tarian sakral ini memang ada sejak dahulu. Biasanya tarian pendet di pura ditarikan secara idak sadar (kesurupan). Diperlukan beberapa upakara ataupun sesajen sebelum tarian dimulai. Terkadang mereka langsung sentak bisa menari walaupun keseharianya tidak pernah menari. Inspirai ini membuat dibuatkan tari pendet untuk pertunjukan.


Tari Gopala

Tari Gopala menceritakan para pengembala sapi yang riang gembira bermain di ladang. Mereka bermain-main bersama teman-temanya. Saling menari, berlari dan saling kejar-kejaran sambil mengawasi sapi-sapinya yang sedang makan. Sambil menunggu sore, akhirnya mereka pun kembali pulang.


Tari Kreasi


Tari Sekar emas

Dengan lagunya :
Sekar di sekar emas mangeronce
Sekar agung di Sanggalangit
Soyor kangin, soyor kauh
Layak layak


Tari Gembira


Musik ala Papua

Tidak ada komentar:

Paling Banyak Dilihat