m book 22 - Tari Rejang



Tari Rejang

Puji dan syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah dan karuniaNya bagi kita semua. Semoga semua diberikan kebahagiaan.

Bali memiliki berbagai seni budaya dan seakan tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Dari seni yang bersifat tradisi maupun moderen. Bermunculan seni baru dewasa ini kebanyakan mengacu pada seni-seni tradisi yang ada seperti seni suara, seni pertunjukan, seni tari dan seni-seni lainnya.
Berbagai tarian juga ada di pulau dewata ini. Tarian ini ada yang sakral (wali), untuk upacara (bebali) dan juga untuk hiburan (balih-balihan). Tarian ini ada yang sengaja diciptakan juga ada tarian alam, mereka bergerak secara tidak sadar dan gerak-geriknya mempertunjukan layaknya sebuah tarian. Salah satu tarian sakral yang diperuntukkan upacara adalah Tari Rejang.
Tari Rejang biasanya ditarikan saat ada upacara di pura atau tempat-tempat tertentu saat dilaksanakannya upacara keagamaan. Di masing-masing daerah biasanya memiliki tarian ini dengan busana yang unik dan dikhususkan saat hari suci saja.

Tari Rejang ini juga memiliki beraneka jenis dengan berbagai perbedaaan mulai dari gerak, busana dan masih banyak lagi. Tarian ini mungkin memiliki beberapa sebutan nama. Tari Rejang yang paling memasyarakat adalah Tari Rejang Dewa karena hampir dapat dijumpai diseluruh Bali. Gerak tarian ini lebih banyak jika dilihat dari jenis Rejang lainnya. Tari Rejang pada umumnya memiliki gerak yang sangat sederhana. Ada Rejang yang cuma menggerakan selendangnya sedangkan tubuhnya diam dan tidak berpindah. Begitu sederhana dan begitu terlihat sakralnya.

Dalam buku ini akan ditampilkan beberapa foto Rejang yang ada dibeberapa tempat di Bali. Dengan busana yang berbeda, sederhana dan juga agak rumit dalam penggunaannya. Ini adalah sebagian kecil dari Tari Rejang yang ada, masih banyak lagi yang masih belum terdapat di buku ini.
Tarian ini memang lebih bersifat sakral dibandingkan tarian lainnya. Terkadang ditarikan dalam keadaan tidak sadar. Mereka begitu lemah gemulai dalam menari dalam keadaan seperti itu. Mereka melakukannya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas anugerahNya selama ini.

Konon sebelumnya juga ada buku-buku yang sudah dibuat mengenai Tari Rejang ini. Di internet juga banyak terdapat berbagai foto-foto yang memuat begitu banyak jenis tarian ini, mungkin mengulas lebih lengkap baik dari tulisan dan berbagai sudut bidik foto. Mulai dari bagaimana penari berhias, tata cara mengenakan busana dan tentunya mahkota (gelungan/kakompolan) dengan indahnya.

Buku ini tidak bisa begitu saja menjadi patokan pembenaran untuk berbagai jenis Tari Rejang yang ada. Karena berbagai informasi berbeda sering didapat. Semisal kita bertanya dari beberapa orang yang ada di tempat saat motret akan ada beberapa informasi yang mungkin berbeda. Tetapi itu bukan menjadi alasan kita untuk menyalahkan satu sama lainnya.

Saran dan masukannya sangat diharapkan untuk kemajuan buku ini. Maaf jika ada kesalahan yang tentu tidak disengaja. Terima kasih atas bantuan dan perhatian semuanya.

Tidak ada komentar:

Paling Banyak Dilihat