Langsung ke konten utama

Mapeed di Alas Kedaton

Yup... Iringan ibu-ibu menjunjung haturan menuju Pura Alas Kedaton untuk melaksanakan bakti persembahyangan di Bali pada 10 Juni 2014.

Beberapa peedan datang secara beruntun dari siang sampe sore hari menuju Pura Alas Kedaton. Odalan yang dilaksanakan ini diawali dengan mendung. Selanjutnya sinar mentari mulai berada di selah-selah pepohonan yang sudah basah oleh air hujan.

Wanita-wanita berkebaya datang ke pura dengan menjunjung gebogan. Geogan yang berisi diisi dengan buah, jajan juga dilengkapi dengan canang. Bentuk dan warninya yang menarik kalau dilihat. Dengan berjalan berbarisan menuju hutan kecil yang ada di Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan di pura yang berada agak ke bawah dataran yang ada di samping ini terlihat berada di sebuah cekungan di tengah hutan. Persembahyangan juga tidak diperkenankan memakai sarana berupa api, seperti dupa ataupun asep.

Hal yang menarik ada di Pura Alas Kedaton adalan banyaknya monyet berada di sekeliling areal tersebut. Habitat monyet yang cocok berada di hutan, menjadkan monyet mendapat temapt tinggal yang sesuai. Jika di hari biasa monyet-monyet ini diberi makan oleh pengelola, pada saat odalan ini banyak para umat juga memberikan monyet ini lungsuran (buah atau jajan yang sudah dihaturkan).

Setelah hari beranjak sore dilaksanakan acara pengerebegan, beberapa orang berkeliling sebanyak tiga kali ke madia mandala pura. Sesuunan barong dan rangda juga disiapkan di halaman pura dan bersiap kembali ke desa masing-masing.














Komentar

Postingan populer dari blog ini

ray peni - gelas di lemari

gelas di lemari
ray peni


suryanē ngendih asibak ditu duur langitē
mekada samar-samar cingak beli ragan adi
sekadi mejalan sandikalanē
saru muan adinē to mekada keneh belinē ragu

yan tolih uli kenyeman adinē tusing tulus
rasayang adi suba ada anē ngelahang
kēwala sing taēn adi nyambatang
beli merasa-rasa adi ngangon adi pecadang kuang

reff***
to nguda adi dadi hati
naduang tresna kaping beli
tumuli dēwēk beli sekadi gelas di lemari
yēn kuangan ditu mara iya kesisi

(duduu.. wo ho dududu... yehe)

oh my lovelyevery nihgt when i sleep, u always came in my dream
i treat remmember with u prommise
u ever say that u love, you heart and u soul just for me
exe me excetid
but now why...why... why keep u love u numb men
why you forget with you prommise
what is my wrong u make a broake my heart baby
i hate u i hate you never know all i love u

(ampurayang yening pelih)

Mitos yang Menjadi Kearifan Lokal Bali

Yup... Begitu banyak mitos yang sudah menjadi kearifan lokal di Bali. Tentunya beberapa daerah di Bali memilikinya, begitu banyak, berbeda tapi memiliki kemiripan di beberapa sisinya. Ini sangat dipercaya sebagai acuan untuk berbuat agar perjalanan kehidupan bisa lancar tanpa halangan. Juga lebih bersifat memberikan keuntungan dan kemujuran bagi yang mau taat melakukanya, menghidarkan diri dari malapetaka.



Enta karena kurangnya wawasan mengenai mitos ini, kebanyakan orang enggan untuk mempercayainya kalau belum mereka mengalaminya sendiri. Semisal kesakitan menahun atau sebagainya dan dapat disembuhkan dengan cara yang tidak masuk akal. Atau karena memang ketidaktahuan.



Banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan menjadikan mitos ini mulai terkubur. Mereka yang merasa diri lebih moderen menganggap itu sebagai hal yang kuno dan tidak ada nilai kebenarannya. Tapi bukankah sebaliknya pendidikan sebenarnya yang harusnya memecahkan hal ini secara ilmiah. Bukan malah memojokkan hal yang …

Tari-tari Bali

Yup... Menyaksikan tari-tari Bali di Denpasat hari ini tanggal 1 april 2012.



Tari Kembang Girang

Tarian Bali yang terkesan lebih moderen ini mengenakan busana kekinian, bahu penari sudah mulai tertutup oleh baju. Pengenaan mahkota dengan hiasan jalinan bunga panjang dari rambut sampai dada. Pakaian lebih terasa kental dengan Bali lain dengan bunga di rambul yang terasa mengadopsi daerah luar. Penariadalah gadis dengan membawa kipas dan juga selendang yang ada di piinggir kiri dimainkan layaknya sayap-sayap,

Gerak Tari Kembang girang ini begitu enerjik bergerak dengan cepat ke sana-sini. Seperti seorang gadis yang sangat lincah dalam hidupnya, selain selalu memainkan kipas dan selendangnya, beberapa kali tampak dengan agem (gaya) menyamping dan memamerkan pantatnya. Beberapa kali para penari tampak bersatu dalam gerak, dan mulai mencar dengan posisi berbaris.

Ditampilkan dalam pentas seni tradisi maupun nasional. Dalam pertunjukan seni di beberapa tempat sering juga terlihat tarian ini…