Dari pagi masyarakat sudah mulai mendatangi pura untuk menghaturkan bakti. Suasana makin ramai ketika hari sudah semakin siang, tabuh rah sudah mulai digelar begitu juga suara kul-kul sudah mulai bertalu-talu bakal segera dimulainya tradisi dug-dug mong. Satu persatu tapakan berupa barong dari beberapa pura datang menuju sisi luar Pura Penataran, Desa Batuyang. Setelah semua berkumpul barong-barong dengan umat mengadakan pecaruan agung kemudian bersiap berkeliling desa. Tapakan berjalan beriringan diikuti warga desa dan di setiap perempatan berhenti dilaksanakan persembahyangan. Setelah waktu sore akhirnya iring-iringan sampai di ujung desa, dilakukan persembahyangan terakhir dan barong-barong kembali ke pura masing-masing.

Membunyikan kul-kul guna mengumpulkan warga, segera memulai tradisi dug-dug mong.

Tabuh rah, segera acara dimulai.

Suasana yang tampak panas, anak-anak mulai mencari tempat teduh dan kipas-kipas.

Gambelan kemong dan kendang, konon ini yang mengeluarkan bunyi dug-dug mong.

Sesuhunan saat mengitari desa.

Persembahyangan di setiap perempatan dan ujung desa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar