Melasti untuk Pembersiahn dan Penyucian Diri

Yup... Acara melasti/mekiis dilakukan di sumber-sumber air seperti laut, danau dan sungai. Tujauan dari melasti ini adalah pemersihan ataupaun penyucian. Masyarakat Bali kebanyakan melaksanakan pemelastian ini menjelang hari Raya Nyepi dan ada beberapa juga melaksanakannya setelah hari Raya Nyepi ini terkait dengan adat istiadat setempat. Salah satunya yang dilakukan di Pantai Padanggalak ini.


Melasti di Pantai Padanggalak.


Iringan setelah selesai melasti di Pantai Padanggalak, Denpasar.


Ingingan melewati pohon kelapa pada acara pemelastian di Pantai Padanggalak, Denpasar.

Ngelawang Menyambut Hari Galungan dan Kuningan

Yup... Ngelawang merupakan tradisi anak-anak muda yang sering dilakukan serangkainan hari Raya Galuangan dan Kuningan. Dengan Barong dan beberapa gambelan kelompok anak-anak ini biasanya berkeliling desa untuk melakukan atraksinya. Dengan menabuhkan gambelan sehingga memberikan irama bagi tarian barong yang dibawakan oleh anak lainya. Dari rumah ke rumah atau tempat satu ke tampat lainya mereka biasanya beraksi dan di setiap tempat itulah meraka biasanya di kasi upah oleh setiap penghuni rumah atau wilayah baik berupa uang ataupun yang lainnya.


Anak-anak sedang Ngelawang di jalan seputaran Mengwi, Badung.


Penglawang bergaya ketika difoto.


Pengelawang melintasi pura.

Memaknai Hari Raya Galungan

Yup... Hari Galungan merupakan hari kemenangan darma melawan adarma, kemenangan kebaikan dengan ketidak baikan. Hari Galungan diselenggarakan setiap enam bulan sekali tepatnya, buda kliwon dungulan (hari Rabu, keliwon dengan uku dungulan). Di Hari Galungan umat hindu merayakanya dengan persembahyangan di rumah masing-masing dan selanjutnya ke pura-pura.


Tangkih yang sudah berisi kacang saur dalam sarana pembuatan banten.


Kacang yang sudah digoreng dalam perlengkapan pembuatan banten.


Sate... ini sate yang aneh hee.... sate digoreng biasanya kan dibakar, sarana dalam pembuatan banten pada hari Galungan.


Penek ini adalah nasi yang belum matang (aruan) di bentuk sedemikian rupa seperti silinder dengan ukuran kecil dalam sarana pelengkap pembuatan banten.


Tumpeng ini adalah nasi belum matang (aruan) dibentuk menyerupai krucut dengan ukuran kecil, pelengkap dalam sarana pembuatan banten.


Banten-banten yang ditata (ditanding) yang nantianya akan dihaturkan dalam persembahyangan.


Banten yang sudah disatukan ditempatkan dalam sebuah kapar.


Ngetum adalah tradisi dalam setiap galungan, terbuat dari sayuran dan daging yang dikukus.


Sanggah adalah tempat suci di masing-masing rumah mulai dihias untuk Hari Raya Galungan.


Ke pura di Hari Galungan untuk memperoleh tirta (air suci) dan nantinya di bawa ke rumah masing-masing.


Ngaturan bakti di pura.


Bedogol (patung) yang ada di pura dengan latarbelakang orang sembahyang.


Ngetog adalah semua banten lunsuran (yang sudah diupacarai) di pilah kembali.

Tanpa Kegiatan di Nyepi Caka 1931

Yup... pernah saya masukan di forum http://www.ayofoto.com/?mod=54&t=1

Konon Hari Nyepi ini terjadi pada awalnya, karena suatu kaum (bangsa) Caka dulu selalu mengalami peperangan. Ketika suatu waktu perintah sang raja untuk menghentikan segala kegiatan yang ada maka hari itulah yang sampai saat ini dilanjutkan.
jadi tidak ada foto suasana Nyepi.

Pusat Kota Klungkung

Ini ada beberapa foto di Kota Klungkung.


Budaran pusat Kota Klungkung difoto dari sisi barat.


Kertagosa difoto dari sisi utara.


Relief Kertagosa yang ada di sisi jalan sebelah utara.


Pusat Kota Klungkung difoto dari sisi selatan.


Dua anak sedang duduk di pintu masuk Puri Klungkung.


Pintu masuk Puri Klungkung di sebelah barat.

Pura Kehen Bangli

Yup... ini foto objek wisata Pura Kehen yang ada di Kabupaten Bangli.


Deretan patung yang ada di samping tangga di Pura Kehe.


Patung (arca) yang ada di sisi luar Pura Kehen.


Objek wisata Pura Kehen yang ada di Kabupaten Bangli.

Menjejaki Panti Kusamba Kembali

Yup... Pantai Kusamba memang tak ada matinya hari ini (09/03) udaranya begitu panas sehingga sangat nyaman berada di tempat teduh di sisi pantai. Langit yang begitu biru menambah indah suasana pemandangan laut yang ada di Pantai Kusamba ini, dengan suasana seperti ini tentunya bisa menambah kesegaran dalam hati. Sangat sejuk terasa dalam hati biarpun dalam keadaan cuaca yang sangat panas seperti ini. Keindahan pantai ini bisa juga kita saksikan dengan menyaksikan para nelayan yang baru datang dari melaut. Sayangnya haru sudah siang sesampainya saya di sini. Kalo pagi-pagi kita bisa ke sini kita bisa melihat para pembuat garam yang sedang beraksi. Dengan mengambil air laut kemudian disiramkan ke sisi pasir yang ada di pesisir akan menambah keindahan suasana yang ada. Keindahaan pantai ini juga kita bisa saksikan dengan melihat orang-orang yang tinggal ataupun menggatungan hidupnya dari pantai ini. Diantaranya kita bisa menyaksikan para nelayan yang sedang mempersiapkan kebutuhan untuk melaut, seperti memperbaiki perahu yang sedikit rusak dan sebagainya.


Seorang bapak yang sedang membawa sayuran di tepi pantai.


Hempasan air gelombang yang memberikan suasana yang segar bagi kita.


Perahu yang terpajang membuat panorama yang indah sekali.


Nelayan yang baru pulang dari mengkap ikan.


Deretan perahu yang masih antre dilihat dari pantai.


Deretan perahu terlihat dari darat.


Anak-anak yang sedang duduk di tepi pantai sambil memancing dan mengobrol.



Memancing adalah salah satu aktifitas yang ada di Pantai Kusamba ini.


Nelayan yang sedang membuat kantih perahu yang baru dicat.


Ibu-ibu sedang membuat katik sate, sambil ngerumpi.


Sedang memperbaiki lampu petromaks.


Sedang mengecat perahu sekaligus mendempulnya.


Buruh-buruh sedang membawa barang untuk dinaikan ke perahu yang akan berangkat ke Nusa Penida.


Anak kecil bermain di perahu di pinggr pantai.


Aksi memancing.


Membawa barang ke perahu.


Awas banyak anjing.


Peringatan untuk tidak mengambil pasir atau mau didenda 10 juta.


Menggulung tali pancing.


bahan mentah garam yang sedang dijemur.

Ajaib, Pisang Berbuah dari Batangnya

Di seputaran Pantai Kusamba pada saat ini (03/08) bisa kita jumpai pisang yang berbuah dari batangnya, ajaib bukan? Seorang ibu menunjukan kepada saya tentang keanehan buah pisang ini. Ibu ini juga masih bingung dengan keberadaan pisang ajaib ini, kegunaannya untuk apa? kenapa bisa terjadi? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Pada suatu saat ada seseorang yang menyarankan agar pisang ini di tebang saja. Pada saat pemotretan buah piasang ini masih muda, masih berwarna hijau, batang induknya sudah mulai membusuk alias mati. Di samping pisang ini terdapat anakan yang juga mati.


Malu-malu niee... kalo difoto dengan pisang ajaibnya.


Dua ibu dan satu anak kecil sedang melihat tumbuhny buah pisang ajaibnya.


Kok bisa ya buahnya tumbuh dari batangnya, memang sungguh aneh, tapi kayaknya tumbuh tunas baru niee.


Orang tadi mencoba mendekati tumbuhny buah pisang aneh tersebut.

Paling Banyak Dilihat