Tradisi Omed-omedan

Yup... Tradisi omed-omedan yang belangsung kali ini tanggal 24 Maret 2012. Acarai ini diselenggarakan setiap tahun tepatnya satu hari setelah Hari Nyepi saat sore hari. Tradisi omed-omedan dilaksanakan oleh muda-mudi di Banjar Kaja Sesetan, Denpasar. Sebalum upacara dimulai dilakukan persembahyangan begitu juga sesudah acara.

Acara diawali dengan berbagai pertunjukan musik dilanjutkan penampilan tarian-tarian, barong bangkung sebelumupacara puncak. Para penonton dan para pemain seakan menjadi satu karena saking ramainya. Para forografer juga sangat ramai.

Para pemuda berkumpul secara terpisah dengan pemudi. Dua kubu ini saling membentuk ular-ularan. Kedua kubu pun saling berlari menuju kubu yang lain, ketika bertemu ujungnya saling berpelukan dan ada juga yang berciuman dan teman-teman yang ada dibelakanya pun menarik berusaha melepaskannya. Acarapun diikuti dengan siraman air, sehingga suasana semakin meriah.


Persembahyangan sebelum acara dimulai.


Ataraksi barong bangkung.


Tarian sebelum acara puncak omed-omedan.


Suasana penuh air saat omed-omedan.


Aksi siraman air saat ujung barusang bertemu.


Tradisi omed-omedan saat kedua barisan muda dan mudi saling bertemu.

Semarak Ogoh-ogoh

Pada Hari Pengerupukan pada 22 Maret 2012 ini diadakan Tawur dan juga diselingi dengan adanya pengarakan ogoh-ogoh. satu hari sebelum Hari Suci Nyepi pada masyarakat khususnya para anak-anak sampai remaja turun ke jalanan untuk mengarak ogoh-ogoh keliling lingkungan setempat. Ogoh-ogoh ini disimbulkan dengan berbagai patung besar bentuk seram, seperti raksasa. setelah semua ogoh-ogoh dikumpulkan besamaan dengan acara tawur ogoh-ogoh siap diarak.

Suasana riuh dan hiruk-pikuk mulai terasa setelah semua ogoh-ogoh berkumpul dan siap diusung oleh para pemuda untuk turun ke jalanan di lingkungan setempat. Tetabuhan baleganjur juga menambah suasana semakin bersemangat dan bergelora. Begitu juga parade ogoh-ogoh yang ada di Baturiti, Tabanan ini. Suasana desa yang selalu dingin karena berlokasi di pegungungan mulai sore semakin menjadi terasa panas setelah ogoh-ogoh dan diikuti dengan obor diarak ke ujung-ujung desa.


Pengarakan ogoh-ogoh yang diawali dengan remaja putri dengan membawa canang.


Pertunjukan ogoh-ogoh di pasar.


Mengarak ogoh-ogoh.


Topeng saat pangerupukan.


Kepala seram dari salah satu ogoh-ogoh.


Persembahyangan saat pengerupukan.


Setelah suasana peteng juga dimeriahkan dengan parade obor.

Melasti di Pantai Lebih

Yup... Warga Lebih, Gianyar melaksanakan melasti di Pantai Lebih pada 19 Maret 2012 yang berada di ujung selatan desa setempat. Upacara dilaksanakan menjelang sore hari. Melasti ini serangkaian Hari Suci Nyepi yang akan datang. Posisi pemelastian dibuat cukup bagus berada di atas paping-paping dan bebatuah. Beberapa tahun belakang ini Patai lebih terkena abrasi dari ombak. Persembahyanan dilaksanakan dengan hikamat saat melasti. Tari rejang juga ditampilkan oleh nenek-nenek dengan memakai busana kain hitam dengan kebaya putih dengan sumpangan bunga-bunga jepund di rambut.


Warga memenuhi pantai saat menunggu persembahyangan dimulai.


Persembahyangan melasti di Pantai Lebih, Gianyar.


Paping-paping yang terlihat di Pantai Lebih dengan beberapa gasebo di beberapa titik pantai.


Suasana selelsai persembahyangan


Penari rejang selesai menari.


Selesai upacara melasti para umat kembali ke desa.

Taro Melasti di Masceti

Yup... Siang ini 18 Maret 2012 warga masyarakat Taro, Gianyar melaksanakan melasti di Pantai Masceti, Gianyar. Persembahyangan untuk mensucikan tapakan dan yang paling penting diri sendiri. Persembahyangan dimulai saat siang hari diawali dengan berbagai prosesi seperti menghaturkan persembahan, tarian-tarian dan pakelem.


Banten-banten yang berwadah sokasi (keben) dipersiapkan sebelum persembahyangan dimulai.


Ibu-ibu yang tampak berteduh di bawah asagan karena panasnya suasana di pantai.


Mempersiapkan bebrbagai upakara di depan barong.


Tari Rejang Dewa mengiringi upacara melasti.


Persembahyangan saat melasti umat Taro di Pantai Masceti.


Bersiap kembali setelah selesai bersembahyang, tampak ibu-ibu di atas truk sedang membeli berbagai jajanan.


Setelah prosesi pakelem, tampak seorang ibu yang menarik gerobak.

Seni Bali oleh Anak-anak

Yup... menyaksikan berbagai pertunjukan seni anak-anak baik itu tarian, permainan dan makidung soro 18 Maret 2012 ini di Denpasar. semua anak-anak membawakan karya seni dengan baik. Pendidikan seni di usia dini mungkin lebih cepat ditangkap dan mudah diresapi di usia mereka.


Tari Panyembrahma.


Tari Truna Jaya.


Pembawa satua Bali, dogeng anak-anak.


Tari Condong


Tari Kebyar Duduk.


Tari Puspanjali.


Makidung


Tari Cilinaya.


Dolanan anak-anak, jangkrik-jangkrikan.


Tari Topeng Keras.


Tari Margapati.

Berbagai Gambelan saat Tumpek Klurut

Yup... Hari Tumpek Klurut di Kota Denpasar dilaksanakan di Lapangan Puputan Badung pada sore 17 Maret 2012 ini. Penghormatan untuk Tuhan dengan manifestasi Dewa pasupati.

Beberapa Gambelan diupacarai dan dipertunjukan di lapangan ini, begitu juga tarian sebagai pengiring upacara.


Anak-anak megambel gender.


Sekaa angklung


Tari Rejang Dewa di Lapangan Puputan Badung.


Persembahyangan saat Tumpek Klurut di Lapangan Puputan Badung, Denpasar.


Gender mengirini pertunjukan wayang kulit.

Pejeng Melasti di Masceti

Yup... Menjelang hari Suci Nyepi warga masyarakat Hindu di Bali mengadakan melasti ke sumber-sumber air salah satunya ke laut. Begitu juga umat dari Pejeng, Gianyar yang melaksanakan melasti di Pantai Masceti, Gianyar pada 17 Maret 2012 siang ini.

Tapakan dari desa dibawa ke pantai untuk dilakukan upacara penyucian. Para umat berjalan menyusuri bibir pantai menuju tempat upacara akan dilaksanakan. Persebahyangan dipimpin oleh Pedanda.


Pedanda memimpin persembahyangan.


Tari Topeng Sidakarya dalam upacara melasti.


Umat baru sampai di Pantai Masceti.


Jempana-jempana dan tapakan menyusuri pantai untuk menuju tempat persembahyangan.


Persembahyangan saat melasti di Pantai Masceti.


Sekaa gong di atras truk, selesai persembahyangan dan bersiap kembali ke Pejeng.

Pasar Burung Satria

Yup... Jika mengunjungi Kota Denpasar tidak lengkap rasanya kalu tidak mengunjungi Pasar Burung Satria. Pasar ini buka setiap hari dari pagi sampai sore. Berbagi jenis burung, sangkar dan beberapa ayam, hamster dijual di pasar yang terletak di Jalan Veteran ini.

Sore ini tanggal 16 Maret 2012, Pasar Burung Satria banyak dikunjungi penikmat burung baik itu pembeli atapun orang yang mau jalan-jalan saja. Berbagai kesibukan penjual dan pembeli terlihat di pasar yang bersebelahan dengan Puri Satria ini.


Pasar Burung yang bedampingan dengan Puri Satria.


Penjual burung merapikan sangkar-sangkar burung yang tergantung.


Beberapa burung juga dibiarkan di luar sangkar untuk diberi makan.


Penjual burung sedang merawat sangkar.


sangkar berbagai variasai dan warni dijual di pasar ini.

Paling Banyak Dilihat