Lomba Tari Margapati dan Baris dalam Indonesia ACT

Yup... Tari Margapati adalah tari bebancihan, penarinya perempuan menarikan dengan gaya lelaki.
Tari Baris adalah seorang prajurit yang gagah berani.
Lomba yang ditampilkan adalah grup anak-anak sekolah dasar. Acara berlangsung di Art Center denpasar dalam memeriahkan Indonesia ACT (Art Culture and Tour).


Tari Baris Tunggal


Tari Baris Tunggal

Terlihat dari awal yang dikenakan adalah busana keprajuritan. Badong, Lamak juga mahkota krucut tidak lupa terselip sebuah keris di punggung. Busana yang penuh dari kepala sampai kaki lebih menggambarkan prajurit yang siap berperang dan penuh dengan perlindungan badan. busana dasar putih dan dilapisi beberapa asesoris lain pembungkus tubuh.

Gerak tari ini sangat enerjik layak seorang prajurit gagah perkasa. Gerak memutar tubuh, tangan yang selalu sigap, dan juga likikan matn yang selalu tajam menatap ke segala arah. Bahu naik dan beberapa kali dada diusungkan ke depan.

Baris tunggal terbiasa ditarikan saat pertunjukan tidak jarang pula saat upacara ngaben (kematian) tarian ini selalu ada. Tarian ini ditampilakn semabai penghormatan kepada orang yang telah meninggal atau leluhur. Saat dipertunjukan dlam pentas seni juga tarian ini sebagai balih-balihan atau tontonan hiburan bagi masyarakat.

Tari Mregepati



Tari Mregepati

Tari Mregapati atau sering disebut dengan Tari Margapati mengisahkan tentang raja hutan. Dari katanya mrega berarti binatang dan pati berarti raja. Raja hutan (singa) yang sedang memburu mangsa. Tari ini biasanya ditarikan oleh seorang putri dengan gerakan seperti lelaki atau sering disebut dengan bebancihan. Gerakan yang cepat dan agresif jauh dari kesan putri yang lemah lembut.

Anak-anak sedang Mapayas

Yoi... Anak-anak sedang mepayas yang akan melakukan pentas tari.













Pantai Sanur

Yup... daerah di Pantai Sanur.









Catur Muka dan Puputan Badung

Yup... daerah yang berada di tengah jantung Kota Denpasar.







Drama Tari Sri Tanjung di Art Center

Kidung Sri Tanjung dikenal sebagai salah satu karya sastra yang ditulis di Banyuangi pada abad ke-17 saat Banyuangi masih bagian dari Blangbangan, kerajaan terakhir di Jawa Timur. Pigeaud menmpatkan karya saatra ini dalam kelompok karya-karya sastra yang diberi judul 'Original Old Javanese and Javanese-Balinese ecorcist tales and related literature in bellestric form', yang dimaksud 'javanese balinese' oleh Pigeaud adalah karya-karya sastra yang menggunakan bahasa jawa-tengahan, yang sumbernya berada pada kegiatan sastra di kerajaan jawa timur samapi Majapahit, dan nantinya berkembanga tersendiri di Bali pada masa kerajaan Gelgel.
Di sisi lain, diperkirakan ceritra Sri Tanjung itu sendiri telah lahir dan ditramsmisi secara lisan di Jawa Timur paling lambat apada abad ke-13, lantas terintregrasi ke dalam kebudayaaan Hindu-java. Kita bisa melihat ceritea Sri Tanung digambarkan pada relif-relief candi di java timur, seperti di Batur Pendopo di Candfi Penataran yan gberlokasi di Bliktas dan candisuraawana di Para, Kediri. Bisa dikatakan bahwa salah satu tema yang simuinsulkan pada relif-relif dua candi ini adalah pencarian kesemputrnaan hidup bagi manusia. khususnnya pada cerita sri Tanung, kita bisa melihat unsur ruweatan atau 'penglukatan;, yaitu upacara yang dilaksanakan dengan tujuan untiuk memusnajkan hal yang negatif dan memperkuat, menyucikan diri.
Di bali pun ditemukan beberapa naskah cerita Siri Tanjung yang ditulis dalam bentuk tembang macapat, ceritanya sendiri pernah menjadi populer sebagai lakon untuk drama tari Arja pada masa kejayaannya dan pernah digunakan sebagai lakon pewayangan dalam upcara pengelukatan juga. Namun bisa dikatakan bahwa sekarang cerita ini sudah terlupakan oleh masyaraka Bali. (text brosur)







Pantai di Kawasan Sanur - dari Padang Galak sampai Matahari Terbit

Yup... Tentunya semua orang kenal Pantai Sanur, mari kita lebih berjalan ke utara lagi di pantai ini, yaitu di Pantai Padang Galak dan Pantai Matahari Terbit. Memang nama pantai-pantai ini tidak setenar nama Pantai Sanur tetapi pantai-pantai ini memberikan pemandangan yang sangat eksotis bagi para penikmatnya. Pantai-pantai ini banyak dikunjungi oleh penduduk pada waktu pagi untuk menikmati kesegaran udara sambil menikmati sunrise dan sore hari untuk lari-lari kecil (jogging). Mari kita lihat satu persatu dari pantai ini.

Pantai Padang Galak
Keindahan pantai ini sangat tepat jika kita menikmatinya di pagi hari. Keindahan sunrise di pantai ini memang tidak diragukan lagi. Sunrise dengan pemandangan pura dan deburan ombak sehingga dapat memberikan ketenangan di hati kita yang menyaksikanya. Nelayan yang sedang menjaring ikan-ikan tidak jauh ke tengah laut hanya di pinggiran saja juga sangat indah untuk dilihat.





Setelah para nelayan itu mendapatkan ikan di pinggir pantai sudah ditunggu para pembeli ikan maupun penduduk yang ingin membelinya. Ikan yang segar tentunya banyak yang suka daripada membeli di tempat lain yang belum tentu kesegaranya. Dengan uang Rp 5000 (lima ribu) kita bisa medapatkan satu kresek putih kecil ikan segar.





Di pinggir pantai yang sudah dipasangi batu-batu besar sebagai pencegah abrasi yang sudah dipaping (diubin) juga banyak terlihat orang yang sedang bersepeda ria sehingga menjadikan pantai ini sangat komplit untuk dikunjungi terutama di pagi hari.



Pantai Matahari Terbit
Dari nama pantainya saja kita sudah bisa menebak di pantai ini disajikan matahari terbit (sunrise). Berbagai kegiatan nampak di pantai ini. Memancing adalah salah satunya, banyak orang yang suka memancing di pantai ini karena banyak ikan yang berada di tepian, selain sebagai penyalur hobi. Selain mancing mejaring (mencar) juga telihat ada di pantai ini.





Kegiatan keagamaan juga sering diadakan di pantai ini terutama umat yang beragama Hindu. Mereka menghaturkan bakti dan canang (sesajen). Sempat juga terlihat beberapa umat Hindu yang akan menyebrang ke Pulau Nusa Penida yang akan bersembahyang, biasanya mereka menuju Pura Dalem Peed yang ada di Nusa Penida Kabupaten Klungkung. Perahu dan boat di sini juga siap mengantarkan ke Lembongan untuk para wisatawan. Lembongan yang sangat terkenal karena keindahanya alamnya yang masih asli.





Hal yang menarik terlihat di sini ada orang yang melakukan terapi kesehatan dengan menanamkan tubuhnya dengan pasir. Hal seperti ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit seperti kesemutan dan memperlancar peredaran darah dan berbagai keluhan yang lainya.



Demikianlah sedikit cerita tentang Pantai di seputaran Sanur ini, Pantai Padang Galak dan Pantai Matahari Terbit.tgl. foto 19 des 2008 kecuali foto pura 7 nopember 2008

Pojok Batu

Yup... Pojok Batu terletak di Tejakula, Buleleng.



Pantai Medewi Jembrana

Yup... Pantai Medewi yang terletak di Kabupaten Jemrana ini memang digemari oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Letaknya kurang lebih 100 Km dari Denpasar.



Pulaki

Yup... Pulaki yang terletak pantai utara Pulau Bali, Desa Banyupoh, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng. Pulaki terkenal dengan puranya yang berada di buleleng bagian barat, disana juga banyak monyet-monyet yang menjadi ciri khas daerah ini.



Air Terjun Gitgit

Yup... Air Tejun Gitgit memang memberikan susana alam pedesan yang sangat menakjubkan bagi para penikmatnya. Air tejun ini terletak di Bali utara tepatnya di desa Gitgit, Buleleng. Keadaan alam yang masih asli membuat para pengunjungnya jadi betah untuk menikmatinya. Cukup dengan membayar Rp 3000 untuk dewasa dan Rp 2000 untuk anak-anak anda bisa menikmati keindahan aliran air di tempat ini. Dengan berjalan kurang lebih 300 meter dari parkiran di pinggir jalan raya, kita akan menyusuri jalan yang sudah disemen untuk bisa sampai di air terjun. Di sepanjang perjalanan kita juga akan melihat keasrian dan pemandangan yang masih alami disamping beberapa rumah rakyat.







Paling Banyak Dilihat